Analis Rusia: Perang Dunia Ketiga Telah Dimulai, Bentuknya Tak Lagi Konvensional

- Selasa, 13 Januari 2026 | 09:25 WIB
Analis Rusia: Perang Dunia Ketiga Telah Dimulai, Bentuknya Tak Lagi Konvensional

Gelombang analisis terbaru dari Moskow menyuarakan peringatan yang suram. Menurut sejumlah pengamat geopolitik, kita sebenarnya sudah berada di tengah Perang Dunia Ketiga. Bedanya, perang kali ini tak diawali dengan serangan militer masif atau deklarasi resmi. Bentuknya lebih halus, kompleks, dan tersebar di berbagai front.

Dmitry Trenin, peneliti senior dari Institut Ekonomi Dunia dan Hubungan Internasional Rusia, termasuk yang berpendapat demikian. Dalam tulisannya untuk majalah Profile yang kemudian dikutip luas, ia menggambarkan sebuah konflik global yang berjalan diam-diam namun dampaknya nyata.

Begitu pernyataan tegasnya.

Bagi Trenin, awal mula perang ini berbeda untuk tiap negara. Rusia, misalnya, sudah masuk fase itu sejak 2014. China menyusul pada 2017, dan Iran baru bergabung di tahun 2023. Dari titik-titik itulah eskalasi mulai terasa, makin intens dan sistemik dari tahun ke tahun.

Lalu, seperti apa wujud perang modern ini? Ia tak lagi cuma soal tank dan pesawat tempur. Perang sekarang adalah sabotase ekonomi, tekanan politik yang tak henti, gelombang informasi yang dimanipulasi, dan upaya sistematis menggerogoti stabilitas dalam negeri negara lawan. Semuanya berjalan simultan.

Di sisi lain, Trenin menyoroti peran langsung negara-negara NATO. Inggris dan Prancis, katanya, sudah terlibat dalam konflik dengan Rusia melalui dukungan militer penuh ke Ukraina. Ukraina sendiri, dalam pandangannya, lebih berperan sebagai perantara. Sementara pusat keputusan strategis sebenarnya berada di Brussels, markas NATO.

Latar belakang semua ini? Kekhawatiran mendalam Barat melihat kebangkitan kekuatan baru seperti Rusia dan China. Dominasi politik, ekonomi, dan ideologi yang selama ini dipegang Barat merasa terusik. Ini bukan sekadar persaingan biasa.


Halaman:

Komentar