Selain itu, penguatan kerja sama pertahanan, termasuk alat utama sistem persenjataan (alutsista), juga menjadi fokus.
Di bidang ekonomi, Indonesia dan Filipina berkomitmen untuk terus membuka akses pasar guna meningkatkan perdagangan bilateral.
Presiden Jokowi juga meminta dukungan Filipina terkait langkah-langkah pengamanan produk kopi Indonesia.
"Kami sepakat terus membuka akses pasar, dan Indonesia meminta dukungan Filipina terkait special safeguard measure untuk produk kopi Indonesia," ungkapnya seperti dikutip dari laman resmi Kepresidenan.
Baca Juga: Baru Diresmikan Jokowi, Bosem Jembatan Margasana Longsor, Lima Hari Ke Depan Rampung Diperbaiki
Selain itu, kedua negara juga sepakat untuk memperkuat kesatuan dan sentralitas ASEAN.
Presiden Jokowi menegaskan pentingnya menjaga prinsip-prinsip hukum internasional dan mempertahankan peran positif ASEAN untuk perdamaian, stabilitas, dan kemakmuran.
Presiden Jokowi juga menyampaikan apresiasi atas kepercayaan Filipina terhadap Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia dalam membangun infrastruktur di Filipina.
Artikel ini telah lebih dulu tayang di: banyumas.suaramerdeka.com
Artikel Terkait
Macron Serukan Koalisi Kemerdekaan untuk Lawan Dominasi AS dan China
Iran Klaim Tembak Jatuh Dua Jet Tempur AS, Bantah Klaim Trump Soal Pertahanan Udara
Akademisi Soroti Troll Army sebagai Alat Baru Propaganda Politik di Era Digital
Trump Ancam Rebut Pulau Kharg, Ultimatum AS ke Iran Berakhir 6 April