Suasana ramai Pasar Tanah Abang pada Rabu siang itu menyimpan sebuah kejadian yang berakhir viral. Seorang nenek ketahuan mengambil belasan potong baju pria dari sebuah toko. Alih-alih berujung di kantor polisi, kasus ini akhirnya diselesaikan lewat mediasi di Pos RW setempat.
Iptu Erlyn Sumantri dari Humas Polres Metro Jakarta Pusat menjelaskan kronologinya. Nenek itu dibawa ke Pos RW 04 Jati Baru, Kampung Bali untuk berunding dengan si pemilik toko.
“Dari hasil mediasi pemilik toko meminta untuk dibayar semua barang yang sudah diambil,” ujar Erlyn, Sabtu (10/1/2026).
Namun begitu, nenek tersebut hanya bersedia membayar tujuh potong saja. Nilainya sekitar Rp 1.225.000. Untuk sisanya? Ya, dikembalikan begitu saja.
“Untuk yang 9 potong dikembalikan lagi ke pemilik toko,” imbuh Erlyn.
Modus Sederhana: Sembunyikan di Balik Gamis
Semua berawal dari kecurigaan seorang karyawan toko. Ia melihat tumpukan baju pria di tokonya seperti tak beraturan, seolah habis dibongkar. Waktu itu masih pukul 11.00 WIB.
Setelah didekati, ternyata dugaan karyawan itu benar. Menurut penjelasan polisi, nenek itu diduga telah menyelipkan 16 potong baju ke dalam gamis yang dikenakannya. Cara yang cukup lama, tapi ternyata masih dipakai.
Momen Interogasi yang Terekam dan Menyebar
Kejadian ini tak lepas dari perekam video amatir. Rekamannya beredar luas di media sosial, memancing berbagai reaksi. Dalam video terlihat sang nenek dikerumuni sejumlah pedagang.
“Kamu ada silet? Coba buka! Buka tasnya! buka,” bentak seorang pria dalam video.
Suaranya terdengar kesal. “Ini kantong buat "apaan", "hah"?”
Warga lalu meminta identitas. Nenek itu menyerahkan sebuah fotokopi KTP. Interogasi terus berlanjut, diwarnai ancaman dan sedikit kekerasan fisik.
“Kamu mau insaf nggak? Mau lebaran di dalam (penjara) apa di luar?” tanya pria itu lagi, sambil menotok kepala si nenek.
Adegan itu menutup video yang viral tersebut. Sementara di dunia nyata, kasusnya sudah berakhir dengan kesepakatan damai yang sederhana: bayar sebagian, kembalikan sisanya.
Artikel Terkait
717 Jemaah Haji Banjarmasin Dilepas, Aksesibilitas Disabilitas dan Lansia Jadi Prioritas
MUI dan Dubes Saudi Bahas Dampak Global Konflik Timur Tengah di Jakarta
Israel Hancurkan Jembatan Vital Penghubung Tyre-Sidon di Lebanon Selatan
Tujuh Dapur Gizi di Manokwari Masih Ditangguhkan Gara-gara IPAL Tak Standar