Sebagai bentuk pembuktian ilmiah, Rismon dan kawan-kawan telah menerbitkan sebuah buku berjudul "Jokowi's White Paper" yang berisi analisis mendalam terkait keaslian ijazah Presiden Joko Widodo. Ia menantang pihak kepolisian untuk melakukan hal serupa, yaitu membuat kajian ilmiah tertulis yang membantah hasil penelitiannya, bukan hanya mengandalkan pernyataan di meja penyidik.
Rismon juga mendesak agar para ahli IT Polri beserta penyidik kasus ini bersedia tampil bersama di publik untuk memberikan penjelasan. Ia ingin kedua belah pihak didengarkan, sehingga masyarakat dapat menilai mana analisis yang benar secara transparan. Ia mempertanyakan keberanian para ahli tersebut untuk menunjukkan secara spesifik bagian mana dari dokumen ijazah yang dinyatakan telah diedit atau dimanipulasi.
Dengan adanya tantangan debat terbuka ini, Rismon berharap ada kejelasan dan keadilan dalam proses pembuktian kasus kontroversial ini, serta mendorong metode ilmiah sebagai dasar penyelesaian perselisihan analisis digital.
Artikel Terkait
KPK Bergerak Serentak: Jakarta dan Banjarmasin Diguncang OTT
Di Balik Penampilan Prima Jokowi, Tradisi Hukum Kuno yang Masih Membayangi
Jaringan Judi Online Berbasis Kamboja Dibongkar dari Kamar Kos Palembang
Desakan Keras: Aparat Hukum Didorong Periksa Jokowi Terkait Dua Kasus Besar