Ekonomi Sulawesi Utara Tumbuh 5,39% di Triwulan III-2025
Perekonomian Sulawesi Utara (Sulut) terus menunjukkan ketahanan dengan pertumbuhan positif. Berdasarkan data terbaru, ekonomi Sulut mengalami pertumbuhan sebesar 5,39 persen secara year on year (y-on-y) pada Triwulan III-2025.
Pertumbuhan Ekonomi Sulut Secara Kuartalan
Dari sisi kuartalan, pertumbuhan ekonomi Sulut juga tercatat positif. Secara quarter to quarter (q-to-q), perekonomian provinsi ini tumbuh sebesar 1,48 persen pada periode yang sama. Pola pertumbuhan ini konsisten dengan tren musiman yang terjadi di tahun-tahun sebelumnya.
PDRB Sulawesi Utara Triwulan III-2025
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulut, Aidil Adha, mengungkapkan capaian Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Berdasarkan harga berlaku, PDRB Sulut di triwulan III-2025 mencapai Rp 51,44 triliun. Sementara berdasarkan harga konstan 2010, nilainya mencapai Rp 28,50 triliun secara year on year.
Sektor Unggulan Pendorong Pertumbuhan
Dari sisi produksi, lapangan usaha Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah dan Daur Ulang mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 13,97 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, komponen Ekspor Luar Negeri mengalami pertumbuhan paling signifikan sebesar 46,24 persen.
Secara kuartalan, sektor Konstruksi menunjukkan performa terbaik dengan pertumbuhan 20,95 persen. Dari sisi pengeluaran, Pembentukan Modal Tetap Bruto menjadi kontributor utama dengan pertumbuhan mencapai 25,68 persen.
Pertumbuhan Kumulatif yang Kuat
Secara kumulatif (c-to-c), ekonomi Sulut pada Triwulan III-2025 tumbuh 5,55 persen. Pertumbuhan ini didukung oleh aktivitas ekonomi domestik yang tetap kuat, menunjukkan fundamental ekonomi regional yang sehat dan berkelanjutan.
Artikel Terkait
Perindo Sultra Kurban Lima Sapi untuk Warga Kurang Mampu di Kendari
Atta Halilintar Sebar 12 Ekor Sapi Kurban ke Sejumlah Daerah di Jawa Barat
Ria Ricis Buka Suara soal Operasi Hidung: Bukan demi Estetika, tapi karena Gangguan Pernapasan Akibat Tulang Bengkok
MUI: Penggunaan APBN untuk Hewan Kurban Presiden Tidak Melanggar Syariat Islam