Suasana malam di Belawan berubah mencekam Senin lalu. Sekitar pukul setengah delapan, di depan kantor Pos Belawan, seorang ibu dan anaknya menjadi korban kekerasan yang tak terduga. Romanda Siregar (33) sedang membonceng putrinya yang baru empat tahun dengan becak, ketika tiba-tiba keributan antar kampung pecah.
“Kami pas lagi naik becak, waktu itu ada orang tawuran antar kampung,” kenang Romanda.
Dia tak menyangka, kekacauan itu akan membawa petaka bagi buah hatinya. Hanya sebentar setelah keributan mulai, tangis anaknya memecah konsentrasi. Bocah perempuan itu merintih sambil memegangi matanya. Romanda panik. Saat dilihat, dari area mata sang anak sudah mengucur darah. Dia sama sekali tak tahu dari mana asal peluru itu. “Kita nggak tahu datang dari mana, langsung keluar darah,” ujarnya, masih terbebani kejadian itu. Peluru nyasar itu diduga mengenai bola mata si kecil.
Menanggapi insiden ini, polisi langsung turun tangan. Penyidikan digeber untuk mengungkap siapa yang bertanggung jawab. Kabar baiknya, sosok pelaku sudah berhasil diidentifikasi oleh penyidik.
Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Agus Purnomo, mengonfirmasi perkembangan ini. “Laporannya sudah kami terima dan pelaku sudah teridentifikasi,” jelasnya.
Namun begitu, Agus belum bisa membeberkan detail lebih lanjut. Dia hanya meminta dukungan dari masyarakat. “Mohon doanya agar cepat tertangkap pelakunya,” pungkasnya. Kini, semua menunggu tindak lanjut dari aparat agar keadilan segera ditegaskan untuk korban dan keluarganya.
Artikel Terkait
BMKG Peringatkan Cuaca Ekstrem di Sembilan Wilayah Jawa Tengah hingga Kamis Pagi
Polisi Ungkap Peran Empat Tersangka Narkoba di Hiburan Malam New Zone Medan, dari Penyedia hingga Pengawas Razia
Gereja Katolik di Mimika Hangus Terbakar akibat Lilin Tak Dipadamkan
PBNU Kecam Kekerasan Seksual di Padepokan Pekalongan, Desak Proses Hukum Tuntas