Suasana malam di Belawan berubah mencekam Senin lalu. Sekitar pukul setengah delapan, di depan kantor Pos Belawan, seorang ibu dan anaknya menjadi korban kekerasan yang tak terduga. Romanda Siregar (33) sedang membonceng putrinya yang baru empat tahun dengan becak, ketika tiba-tiba keributan antar kampung pecah.
“Kami pas lagi naik becak, waktu itu ada orang tawuran antar kampung,” kenang Romanda.
Dia tak menyangka, kekacauan itu akan membawa petaka bagi buah hatinya. Hanya sebentar setelah keributan mulai, tangis anaknya memecah konsentrasi. Bocah perempuan itu merintih sambil memegangi matanya. Romanda panik. Saat dilihat, dari area mata sang anak sudah mengucur darah. Dia sama sekali tak tahu dari mana asal peluru itu. “Kita nggak tahu datang dari mana, langsung keluar darah,” ujarnya, masih terbebani kejadian itu. Peluru nyasar itu diduga mengenai bola mata si kecil.
Artikel Terkait
Ayah Kandung di Kubu Raya Diringkus Warga Usai Perkosa Anak 11 Tahun Berulang Kali
Doktif Tuntut Penyitaan Akun Medsos dr Richard Lee di Polda Metro
Washington Klaim Kendali Penuh atas Venezuela, Minyak Jadi Taruhan Utama
Pemeriksaan dr. Richard Lee Dihentikan Dini Hari, Kesehatan Tersangka Memburuk