BI Kaltim Siapkan Rp2,18 Triliun Uang Tunai untuk Ramadhan dan Lebaran 2026

- Selasa, 17 Februari 2026 | 08:00 WIB
BI Kaltim Siapkan Rp2,18 Triliun Uang Tunai untuk Ramadhan dan Lebaran 2026

MURIANETWORK.COM - Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Timur (BI Kaltim) telah menyiapkan uang tunai layak edar senilai Rp2,18 triliun untuk mengantisipasi lonjakan kebutuhan masyarakat selama bulan Ramadhan dan menjelang Idul Fitri 1447 Hijriah/2026 Masehi. Penyiapan likuiditas yang meningkat 19,13 persen dari tahun sebelumnya ini ditujukan untuk memastikan kelancaran transaksi, termasuk memenuhi tradisi masyarakat yang kerap membutuhkan uang baru saat hari raya.

Antisipasi Kebutuhan dan Jaminan Ketersediaan

Kepala BI Kaltim, Jajang Hermawan, menjelaskan bahwa puncak kebutuhan uang tunai di daerah ini biasanya mencapai 20 persen dari kebutuhan tahunan. Langkah penyediaan dana sebesar itu bukan hanya respons terhadap permintaan, melainkan sebuah kewajiban yang diamanatkan undang-undang. Tujuannya jelas: menjamin ketersediaan uang layak edar dengan pecahan yang tepat, didistribusikan secara tepat waktu, aman dari pemalsuan, dan tetap mengedepankan efisiensi.

“Untuk memenuhi puncak kebutuhan uang kartal di Kaltim yang umumnya mencapai 20 persen dari kebutuhan tahunan, BI Kaltim menyiapkan uang tunai sebesar Rp2,18 triliun, meningkat 19,13 persen dibanding tahun sebelumnya,” ujar Jajang di Samarinda, Selasa.

Layanan Penukaran Uang Baru Tersebar di Tujuh Wilayah

Bagi masyarakat yang membutuhkan uang baru dalam kondisi prima, BI Kaltim menyelenggarakan layanan penukaran bekerja sama dengan jaringan perbankan. Layanan ini dapat diakses di tujuh dari sepuluh kabupaten/kota di Kaltim, mencakup Samarinda, Mahakam Ulu, Kutai Barat, Kutai Kartanegara, Bontang, Kutai Timur, dan Kabupaten Berau. Sementara tiga wilayah lainnya menjadi tanggung jawab Kantor Perwakilan BI Balikpapan.

Layanan penukaran akan berlangsung dalam periode tertentu, dari 18 Februari hingga 15 Maret 2026. Untuk mempermudah akses, selain di kantor bank, juga akan disediakan layanan di titik-titik strategis seperti sejumlah masjid di Samarinda dan Gedung Pramuka. Inisiatif ini merupakan bagian dari kegiatan bertajuk 'Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idul Fitri' atau Serambi.

“Penukaran dilakukan pada 18 Februari-15 Maret 2026 sesuai jam operasional bank, termasuk layanan penukaran ritel di sejumlah masjid di Samarinda, layanan terpadu bersama perbankan di Gedung Pramuka, serta pada 35 kantor bank. Layanan ini merupakan bagian dari giat dengan tema 'Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idul Fitri' (Serambi),” jelasnya.

Mekanisme Pendaftaran dan Kuota Penukaran

Seluruh proses pendaftaran penukaran uang baru akan dilakukan secara digital melalui aplikasi atau laman PINTAR. Masyarakat diberikan kuota maksimal satu paket senilai Rp5,3 juta per orang. Pembukaan kuota pendaftaran untuk wilayah Kaltim sendiri dilakukan dalam dua gelombang. Tahap pertama dimulai pada 14 Februari 2026 pukul 08.00 WIB, dilanjutkan dengan tahap kedua pada 27 Februari 2026 di waktu yang sama.

Mekanisme terstruktur ini dirancang untuk menciptakan ketertiban dan memastikan distribusi berjalan lancar hingga ke tangan masyarakat yang membutuhkan.

Mengajak Masyarakat Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah

Melalui momentum Serambi 2026, BI Kaltim juga aktif mengampanyekan gerakan Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah (CBPR). Kampanye ini tidak sekadar slogan, tetapi berisi edukasi praktis. Masyarakat diajak untuk mengenali ciri keaslian uang dengan metode 3D: dilihat, diraba, dan diterawang. Selain itu, penting juga untuk merawat rupiah dengan prinsip 5J: jangan dilipat, dicoret, diremas, distapler, atau dibasahi.

Jajang Hermawan juga menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin dengan seluruh mitra perbankan. Sinergi ini dinilai krusial dalam menciptakan layanan yang mudah diakses, tertib, dan efisien.

“Kami juga memberi apresiasi kepada perbankan dan seluruh mitra kerja atas sinergi dalam menghadirkan layanan penukaran yang mudah diakses, tertib, dan lancar, sehingga distribusi uang Rupiah berjalan tepat sasaran sesuai kebutuhan masyarakat selama Ramadhan dan Idul Fitri 2026,” tutup Jajang.

Dengan langkah-langkah komprehensif ini, BI Kaltim berupaya tidak hanya memenuhi kebutuhan teknis likuiditas, tetapi juga membangun kesadaran kolektif untuk menjaga kedaulatan dan kehormatan Rupiah di tengah masyarakat.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar