Stadion Baru AS Roma Resmi Masuk Tahap Krusial, Curva Sud Akan Jadi yang Terbesar di Eropa

- Rabu, 24 Desember 2025 | 17:45 WIB
Stadion Baru AS Roma Resmi Masuk Tahap Krusial, Curva Sud Akan Jadi yang Terbesar di Eropa

Roma punya kabar gembira. Proyek stadion baru AS Roma akhirnya memasuki fase yang sangat menentukan. Klub baru saja menyerahkan dokumen studi kelayakan teknis dan ekonominya. Ini bukan sekadar formalitas, lho. Langkah ini adalah fondasi kokoh untuk membangun sebuah fasilitas olahraga bertaraf Eropa yang sudah dinanti-nanti.

Pengumuman resmi itu keluar pada tanggal 23 Desember 2025. Bagi para penggemar setia, momen ini jelas jadi titik terang. Realisasi mimpi memiliki stadion modern yang ambisius kini terlihat semakin nyata dan mendekati kenyataan.

Dalam pernyataannya, klub menggambarkan ini sebagai tahap krusial. Semua kajian teknis sudah dilakukan dengan sangat detail, tentu saja dengan mempertimbangkan aspek keberlanjutan dan bagaimana nantinya stadion ini akan menyatu dengan wajah kota.

"AS Roma dengan senang hati mengumumkan hari ini, 23 Desember 2025, PFTE untuk Stadion Baru telah diserahkan, sebuah langkah penting yang membawa klub semakin dekat untuk mewujudkan salah satu infrastruktur olahraga paling ambisius dan modern di Eropa,"

begitu bunyi pernyataan klub yang dikutip dari Football Italia.

Visi mereka jelas: menciptakan sebuah rumah baru yang bisa mencerminkan sejarah panjang klub, gairah tak terbendung para pendukungnya, sekaligus menjanjikan masa depan yang lebih gemilang. Intinya, Roma ingin punya stadion yang benar-benar layak, baik bagi kotanya maupun bagi seluruh romanisti di dunia.

Nah, soal desain, ada satu fitur yang langsung mencuri perhatian: Curva Sud. Tribun legendaris itu akan dihidupkan kembali dalam bentuk yang benar-benar monumental. Bahkan, rencananya akan menjadi yang terbesar di seluruh Eropa. Ia bukan cuma tempat duduk biasa, melainkan akan jadi jantung yang berdenyut, simbol nyata dari fanatisme para pendukung.

"Stadion baru akan menampilkan Curva Sud monumental, yang terbesar di Eropa, dirancang sebagai jantung yang berdenyut dari stadion dan simbol gairah Romanista,"

tambah pernyataan klub tersebut.

Secara arsitektur, stadion ini ingin jadi ikon baru. Desainnya terinspirasi dari tradisi dan kemegahan Romawi kuno, tapi dirajut dengan sentuhan kontemporer yang modern. Mereka juga berusaha keras agar bangunan ini punya keterikatan yang kuat dengan karakter lokal wilayah sekitarnya.

Fungsinya pun dirancang agar tidak mati saat tidak ada pertandingan. Stadion ini akan jadi ruang serba guna yang modern, sebuah tempat yang tetap hidup dan berguna bagi komunitas di hari-hari biasa.

Namun begitu, proyek sebesar ini tentu bukan cuma soal bangunannya saja. Dampak yang lebih luas menjadi pertimbangan. Mulai dari peningkatan sistem transportasi dan layanan publik di sekitarnya, prinsip keberlanjutan lingkungan, hingga integrasi kawasan secara keseluruhan. Tujuannya satu: menciptakan sebuah pusat aktivitas olahraga dan sosial baru bagi ibukota Italia.

Dalam proses panjang ini, AS Roma tak lupa menyampaikan ucapan terima kasih yang mendalam. Secara khusus, mereka menyoroti peran Wali Kota Roma, Roberto Gualtieri.

"AS Roma ingin menyampaikan terima kasih khusus dan personal kepada Wali Kota Roberto Gualtieri atas dukungan, ketersediaan, dan kolaborasi berkelanjutan yang memungkinkan tercapainya langkah penting ini,"

tulis klub.

Lokasi yang dipilih adalah kawasan Pietralata, di bagian timur Roma. Pilihan ini dinilai strategis dan diharapkan bisa memicu pengembangan wilayah urban di sekitarnya. Bahkan, skala dan modernitas proyek ini membuatnya masuk dalam radar penyelenggara UEFA Euro 2032 sebagai kandidat venue potensial.

Dengan diserahkannya proyek definitif ini, jalan menuju tahap konstruksi pun terbuka lebar. Komitmen AS Roma kuat: menghadirkan stadion yang tidak hanya modern dan ramah lingkungan, tetapi juga sehat secara ekonomi. Sebuah kebanggaan baru untuk Roma dan warganya.

Editor: Handoko Prasetyo

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar