MURIANETWORK.COM - PSIS Semarang mengambil langkah drastis untuk menyelamatkan musim mereka di Liga Championship 2025/2026. Dengan posisi di peringkat sembilan dan ancaman degradasi yang semakin nyata, manajemen klub melakukan perombakan besar-besaran. Sebanyak 19 pemain baru didatangkan, struktur kepelatihan dirombak, dan Alfredo Vera ditunjuk sebagai direktur teknik dalam upaya mengubah arah kompetisi.
Dari Krisis Menuju Perubahan Total
Catatan awal musim PSIS terbilang suram. Dari 18 pertandingan, tim asal Semarang itu hanya mampu meraih tiga kemenangan dan dua kali imbang, sementara sisanya berakhir dengan kekalahan. Posisi mereka di dasar klasemen memicu pergantian pelatih kepala sebanyak tiga kali sejak November 2025, namun hasil yang diharapkan tak kunjung datang. Tekanan untuk segera berbenah pun tak terelakkan.
Menyadari bahwa perubahan kecil tak lagi memadai, manajemen baru di bawah pimpinan CEO Datu Nova Fatmawati memutuskan untuk melakukan pembenahan secara fundamental. Bursa transfer Januari dimanfaatkan untuk membongkar dan membangun ulang skuad inti. Sebanyak 19 wajah baru, yang banyak di antaranya merupakan pemain berpengalaman di level tertinggi, direkrut untuk segera memberikan dampak.
Strategi Bertahan Hidup: Pengalaman sebagai Fondasi
Daftar pemain baru seperti Otavio Dutra, Beto Goncalves, dan Esteban Vizcarra menunjukkan pola rekrutmen yang jelas: mengandalkan kematangan dan mentalitas juara. Langkah ini diambil sebagai respons atas kompetisi Liga Championship yang dinilai semakin ketat, di mana banyak tim dihuni oleh mantan pemain Liga Super. PSIS berharap, pengalaman para pendatang baru dapat menjadi penstabil dan pemercepat adaptasi tim di tengah situasi genting.
Di balik layar, perubahan strategis juga terjadi. Pasca pencopotan pelatih Jefri Sastra, klub menunjuk Angel Alfredo Vera, seorang arsitek tim berlisensi UEFA Pro yang dikenal luas di jagad sepak bola Indonesia. Pengalamannya membangun tim dari kondisi sulit di beberapa klub sebelumnya menjadi pertimbangan utama. Vera langsung turun tangan memimpin training camp di Yogyakarta untuk membentuk ulang karakter dan sistem permainan tim.
Reza Handhika, Asisten Manajer PSIS, mengonfirmasi bahwa proses pembenahan fondasi teknis sedang berjalan intensif. "Pelatih baru akan menyusul," ungkapnya. Pernyataan ini mengisyaratkan bahwa Vera sedang menyiapkan kerangka kerja yang nantinya akan dilanjutkan oleh pelatih kepala permanen.
Tekad dari Pucuk Pimpinan
Komitmen untuk menghindari degradasi datang langsung dari pucuk pimpinan. Sebagai bagian dari keluarga yang memiliki ikatan emosional dengan sepak bola Semarang, CEO Datu Nova Fatmawati menyatakan tekad bulatnya untuk membawa PSIS keluar dari zona merah.
"Kami bertekad keluar dari zona degradasi. Masih ada kesempatan hingga akhir kompetisi, sehingga kami mendatangkan pemain-pemain terbaik," tegasnya.
Pernyataan tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa langkah besar yang diambil bukan sekadar gertakan, melainkan sebuah strategi penyelamatan yang didukung penuh oleh pemegang saham mayoritas.
Ujian Nyata di Putaran Ketiga
Meski perubahan telah dijalankan, tantangan terberat justru baru dimulai. Revolusi skuad dalam skala sebesar ini biasanya memerlukan waktu untuk mencapai chemistry yang optimal. Sayangnya, waktu adalah satu hal yang tidak dimiliki PSIS. Setiap pertandingan di putaran ketiga nanti akan menjadi ujian nyata bagi efektivitas strategi ini.
Nasib Laskar Mahesa Jenar akan sangat bergantung pada seberapa cepat para pemain kawakan seperti Dutra dan Beto Goncalves beradaptasi, serta seberapa efektif sentuhan taktis Alfredo Vera diterapkan di lapangan. Jika semua elemen dapat bersatu dengan cepat, peluang untuk merangkak naik dari jurang degradasi masih terbuka. Namun, jika hasil tak kunjung membaik, tekanan justru akan semakin membesar.
Bagi PSIS Semarang, sisa musim ini bukan lagi sekadar tentang meraih poin. Ini adalah pertaruhan untuk bertahan hidup di Liga Championship. Dan seperti yang terlihat sekarang, revolusi penyelamatan mereka telah benar-benar dimulai dari nol.
Artikel Terkait
Persebaya Hantam Bali United 3-1, Jarak ke Puncak Klasemen Liga 1 Menyempit
Timnas Futsal Indonesia Tahan Imbang Iran 5-5, Final Piala Asia 2026 Ditentukan Adu Penalti
Timnas Futsal Indonesia Ungguli Iran 4-3 di Babak Pertama Final Piala Asia
Timnas Futsal Indonesia Ungguli Iran 3-2 di Babak Pertama Final Piala Asia