BRIN Prediksi Awal Ramadan 2026 Berpotensi Berbeda Akibat Perdebatan Hilal Global vs Lokal

- Selasa, 17 Februari 2026 | 09:15 WIB
BRIN Prediksi Awal Ramadan 2026 Berpotensi Berbeda Akibat Perdebatan Hilal Global vs Lokal

MURIANETWORK.COM - Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) memprediksi akan terjadi perbedaan dalam penentuan awal Ramadan 1447 Hijriah atau tahun 2026 di Indonesia. Perbedaan ini dipicu oleh penggunaan dua acuan hilal yang berbeda, yaitu hilal global dan hilal lokal, yang berpotensi menyebabkan awal bulan suci jatuh pada tanggal yang berbeda.

Dua Metode, Dua Kemungkinan Tanggal

Koordinator Kelompok Riset Astronomi dan Observatorium Pusat Riset Antariksa BRIN, Profesor Thomas Djamaluddin, menjelaskan bahwa situasi kali ini memiliki karakteristik khusus. Berbeda dengan perdebatan sebelumnya yang biasanya berkisar pada metode hisab versus rukyat atau perbedaan kriteria, pemicu utama pada 2026 adalah perbedaan acuan wilayah hilal itu sendiri.

"Perbedaan kali ini berbeda dengan yang sebelumnya karena beda metode (hisab vs rukyat) atau beda kriteria (Wujudul Hilal vs Imkan Rukyat). Perbedaan kali ini karena beda hilal global vs hilal lokal," tutur Thomas dalam keterangannya, Selasa (17/2/2026).

Memahami Konsep Hilal Global

Dalam konsep hilal global, penentuan awal bulan Hijriah merujuk pada terpenuhinya kriteria visibilitas hilal (Imkanur Rukyat) di satu titik mana saja di dunia. Thomas memaparkan bahwa pada saat maghrib tanggal 17 Februari 2026, kriteria tersebut diprediksi telah terpenuhi di wilayah seperti Alaska.

Editor: Agus Setiawan


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar