Kalau bicara soal korupsi di tubuh Direktorat Jenderal Pajak, Agus Pambagio punya analogi yang keras. Menurut pakar kebijakan publik ini, praktik curang di sana sudah seperti DNA para pegawainya. Sudah mendarah daging, begitu kira-kira.
DNA, atau Asam Deoksiribo Nukleat, kan memang membawa sifat turun-temurun. Nah, Agus memakai istilah itu untuk menggambarkan betapa sifat "rampok" di instansi itu dianggapnya sudah melekat dan sulit diubah. Maka wajar saja publik kerap mencap Dirjen Pajak sebagai sarang korupsi.
"Korupsi di Dirjen Pajak itu sudah mendarah daging, DNA sudah mendarah daging apa pun dicuri. Mau ditangkap, di OTT KPK ya enggak takut mereka," ujar Agus dalam sebuah percakapan di Jakarta, Minggu petang (11/1/2026).
Komentarnya ini muncul menyusul operasi tangkap tangan yang digelar KPK. Baru-baru ini, lembaga antirasuah itu menciduk lima pegawai KPP Pajak Jakarta Utara. Yang tertangkap antara lain Kepala Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Madya Jakarta Utara, Dwi Budi Iswahyu.
Operasi yang berlangsung Jumat malam itu juga berhasil menyita barang bukti fantastis: uang tunai dan emas dengan total nilai mencapai lebih dari Rp 4 miliar. Angka yang bikin geleng-geleng kepala.
Selain Dwi Budi, KPK menjerat beberapa nama lain. Ada Agus Syaifudin, Kepala Seksi Pengawas dan Konsultasi, serta Askob Bahtiar dari tim Penilai. Mereka diduga sebagai penerima suap. Dari sisi pemberi, tersangka adalah Abdul Kadim Sahbudin, seorang konsultan pajak, plus Edy Yulianto dan seorang staf dari PT WP.
Artikel Terkait
Jejak Politik Rizki Abdul Rahman Wahid: Dari PMII hingga Lingkaran Gibran
Jokowi Tersangkut dalam Alur Kasus Korupsi Kuota Haji
KPK Pilih Pasal Memperkaya Diri untuk Gus Yaqut, Pintu Menuju Hukuman Seumur Hidup
KPK Tancapkan Tersangka, Tapi Perjalanan Pembongkaran Sindikat Haji Baru Dimulai