Dari sini, Anhar menyentuh persoalan yang lebih dalam. Sumpah jabatan dengan kitab suci, ternyata tidak serta-merta jadi jaminan ketakwaan atau kejujuran. Fakta di lapangan berkata lain. Banyak kasus korupsi dan penyalahgunaan wewenang justru dilakukan oleh orang-orang yang disumpah dengan cara itu. Termasuk, ya, menteri agama.
Ujarnya dengan nada prihatin.
Kesimpulannya bagi Anhar jelas. Moralitas para pejabat dan pemegang kekuasaan adalah kunci. Jika mereka tidak berani jujur, bahkan tidak punya kemampuan untuk jujur, maka Indonesia bisa mandek. Negara ini hanya akan berjalan di tempat. Rakyat memberikan mandat, tapi yang terjadi justru pengkhianatan.
Pungkas Anhar. Sebuah peringatan yang terasa getir, tapi sayangnya, makin sering terdengar.
Artikel Terkait
KPK Bergerak Serentak: Jakarta dan Banjarmasin Diguncang OTT
Di Balik Penampilan Prima Jokowi, Tradisi Hukum Kuno yang Masih Membayangi
Jaringan Judi Online Berbasis Kamboja Dibongkar dari Kamar Kos Palembang
Desakan Keras: Aparat Hukum Didorong Periksa Jokowi Terkait Dua Kasus Besar