"Kami melaporkan bahwa ada kasus yang menurut kami beliau merendahkan, memfitnah, dan cenderung menimbulkan kegaduhan di ruang media," tegas Rizki.
Materi yang jadi sorotan memang cukup menyentil. Dalam pertunjukannya, Pandji menyoroti izin pengelolaan tambang untuk ormas keagamaan. Dia menyebutnya sebagai bentuk 'politik balas budi'.
"Politik balas budi, betul. Gue kasih lu sesuatu, tapi lu kasih gue sesuatu lagi. Emang lu pikir kenapa NU sama Muhammadiyah bisa ngurus tambang? Kenapa kira-kira?" kata Pandji dalam tayangan itu.
Dia lalu melanjutkan dengan nada khasnya yang sarkastik. Menurut pengakuannya, sebenarnya semua ormas agama ditawari, tapi hanya ormas Islam yang menerima.
"Dan, biar kita adil, sebenarnya gak cuma ormas Islam saja, semua ormas agama ditawarin, tapi agama lain nolak. Ormas Islam, Alhamdulillah, rezeki anak soleh. Masa ditolak? Ini pasti karena aku rajin salat," ucap Pandji.
Pernyataan itulah yang akhirnya memicu laporan. Sampai saat ini, Pandji belum memberikan pernyataan lebih lanjut. Proses hukum di Polda Metro Jaya masih terus berlanjut.
Artikel Terkait
Sejarawan Soroti Korupsi Haji: Kalau Menteri Agama Rusak, Siapa Lagi yang Baik?
Stafsus Menag Yaqut Ditetapkan Tersangka Korupsi Kuota Haji
MAKI Desak KPK Jerat Kasus Kuota Haji dengan Pasal Pencucian Uang
KPK Tetapkan Yaqut Tersangka Dugaan Korupsi Kuota Haji