"Sakit hati saya nanya kuliah ke mbak (Denada) gak di baca, gak dikasih balesan apa-apa," ucap Ratih lirih. "Pas di Jakarta saya juga gak pernah dia nanya kabar, dia WA aja gak pernah sama sekali."
Di sisi lain, ada sosok lain dari keluarga besar yang memberi perhatian: Emilia Contessa, nenek kandung Ressa. Beberapa tahun lalu, saat mencalonkan diri sebagai legislatif, Emilia kerap mengajak Ressa berkeliling Jawa untuk kampanye. Saat itu, Ressa belum tahu bahwa wanita yang dipanggilnya "Bunda" itu adalah neneknya sendiri.
"Pas mbak Emil nyalon kan dia disini, saya di Jakarta, dia (Ressa) ngomong 'mama, aku kerja di Bunda dibayar Rp2,5 juta," cerita Ratih.
Kini, setelah dewasa, Ressa memilih hidup mandiri. Dia pernah menjadi driver ojek online. Kini, untuk menyambung hidup, dia bekerja menjaga sebuah toko kelontong khas Madura. Hidupnya jauh dari gemerlap dunia hiburan.
Ratih juga angkat bicara soal klaim pemberian mobil dari pihak Denada kepada Ressa. Dengan tegas dia membantahnya.
"Mobil itu cuma dipinjami diambil lagi," tegas Ratih. "Berarti kan gak ada terus dijual lagi."
Kisahnya sederhana, tapi meninggalkan banyak tanda tanya. Sebuah pengasuhan penuh cinta selama 24 tahun, diwarnai oleh keheningan dan rasa kecewa yang dalam dari sisi lain keluarga.
Artikel Terkait
Kemeja Kotak Ammar Zoni di Sidang, Sentuhan Dokter Kamelia di Baliknya
Dari Lari 10K ke Maraton: Raffi Ahmad Ungkap Titik Balik Hidupnya
Bukti Nikah Siri Jadi Syarat Kunci Damai Insanul Fahmi dengan Istri Sah
Setelah 17 Tahun, Marshanda Akhirnya Merasakan Duka Akibat Bipolar