Dinda Kirana Tantang Batas Diri Lewat Peran Paling Ekstrem dalam Bercinta Dengan Maut

- Rabu, 14 Januari 2026 | 08:15 WIB
Dinda Kirana Tantang Batas Diri Lewat Peran Paling Ekstrem dalam Bercinta Dengan Maut

Dinda Kirana tampaknya sedang tidak main-main. Lewat series terbaru bertajuk Bercinta Dengan Maut, aktris yang akrab di layar sinetron itu mengambil lompatan besar. Ia memilih untuk keluar dari zona nyaman, mengambil peran yang disebut-sebut paling ekstrem dan kompleks dalam perjalanan kariernya hingga saat ini.

Bertemu dengan awak media di Gondangdia, Jakarta Pusat, Selasa lalu, Dinda dengan terbuka bicara soal alasan di balik keputusannya. Bagi dia, proyek ini adalah ruang untuk berevolusi. Bukan sekadar mengulang-ulang pola yang itu-itu saja.

"Keluar dari zona nyaman dalam arti aku merasa punya kesempatan buat eksplor lebih dalam lagi," ujarnya.

Menurut Dinda, dunia sinetron punya batasannya sendiri. Batasan itu seringkali membatasi ruang gerak aktor untuk mengeksplorasi karakter sepenuhnya. Nah, di series ini justru sebaliknya. Ia mendapat kebebasan untuk tampil lebih realistis dan, tentu saja, berani.

"Karena kalau di sinetron kan punya batasan-batasan tertentu yang kita nggak bisa langkahi. Kalau di sini tuh bisa lebih realistis, bisa lebih eksplor, bisa lebih ekstrem," ungkapnya.

Judulnya yang kontroversial pasti bakal bikin penonton terkejut. Dinda menyadari betul hal itu. Bahkan, keterkejutan itu adalah sesuatu yang ia duga bakal terjadi.

"Jadi menurut aku sih kagetnya nggak tanggung-tanggung sih orang lihat aku di judul ini," tutur Dinda. "Aku cuma berharap aku bisa memainkan karakter aku secara jujur dan believable. Orang percaya kayak 'Gila, nih orang sakit', gitu sih."

Untuk mencapai itu, kuncinya ada pada pemahaman mendalam. Dinda mengaku harus benar-benar mengerti dan menerima sisi gelap karakternya, meski secara pribadi hal itu jauh dari kata nyaman.

"Aku harus bisa mengerti sih. Aku harus bisa memahami," katanya. "Ini bukan karakter yang aku nyaman, tapi aku harus berani, aku harus paham kenapa karakter ini bisa seperti ini. Aku harus bisa accept dan paham."

Baginya, tanggung jawab sebagai aktor bukan tentang memilih peran yang aman atau sekadar terlihat baik. Tantangan sebenarnya justru terletak pada keberanian mengambil karakter yang mentah, tidak nyaman, namun relevan dengan kenyataan hidup.


Halaman:

Komentar