"Makanya tanggung jawab sebagai aktor itu bukan kayak 'Oh, gue pengen milih karakter yang bagus aja nih, yang charming buat gue'," tegasnya. "Tapi kayak 'Lo bisa nggak sih ngambil karakter yang raw, yang lo nggak nyaman, tapi relevan?'"
Proses memutuskan untuk ambil proyek ini juga melibatkan orang terdekat. Saat ini, manajernya adalah adik kandungnya sendiri, yang ia percayai sepenuhnya untuk menilai setiap tawaran yang datang.
"Iya, challenging sih. Dan kebetulan sekarang kan manajer aku juga adik aku sendiri. Jadi aku percayain adik aku untuk lihat gimana skripnya so far," sebut Dinda.
Setelah membaca dan mendiskusikan karakter itu, Dinda menjelaskan kompleksitas peran tersebut kepada sang adik. Respons yang ia dapat justru membuatnya makin yakin.
"Menarik sih. Tapi aku bilang ke adikku 'Karakternya gue gini lho', terus adikku bilang 'Ya, ambil aja'," tuturnya.
Lalu, cerita Bercinta Dengan Maut sendiri tentang apa? Serial ini mengisahkan seorang stripper yang menemukan ia punya kembaran identik dari keluarga kaya. Setelah keduanya menjalin ikatan sebagai satu-satunya keluarga, sang kembaran meninggal secara misterius.
Diliputi duka dan didorong oleh kebenaran yang terungkap, ia pun mengambil alih identitas saudaranya. Tujuannya: menyusup ke dalam keluarga itu, mengungkap rahasia kelam di balik kematian sang kembaran, dan menuntut keadilan.
Serial original lokal hasil kolaborasi iQIYI dan Telkomsel ini akan diproduksi oleh Hitmaker Studios. Proses produksinya sendiri rencananya dimulai bulan ini.
Selain Dinda Kirana, series yang ditargetkan tayang pada kuartal kedua tahun ini ini juga dibintangi Haico Van Der Veken, Maxime Bouttier, dan Teuku Rasya. Rencananya ada 10 episode yang bisa disaksikan secara eksklusif lewat platform MAXstream dan iQIYI.
Artikel Terkait
Ratusan Juta Mengalir, Tapi Hidupnya Kosong: Pengakuan Getir Ratu Sofya
Andien Buka Suara: Kisah Toxic Relationship yang Terungkap Lewat Sebuah Buku
Tata Cahyani Curi Perhatian di Pernikahan Anak, Pesonanya Bikin Pangling
Roby Tremonti Buka Bukti Foto Pernikahan, Tanggapi Buku Aurelie