Investasi Sulut Tembus Rp 8 Triliun, Target Rp 9,3 Triliun di 2025 Diyakini Tercapai

- Selasa, 25 November 2025 | 23:30 WIB
Investasi Sulut Tembus Rp 8 Triliun, Target Rp 9,3 Triliun di 2025 Diyakini Tercapai

MANADO – Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) yakin betul target investasi Rp 9,3 triliun yang dicanangkan untuk tahun 2025 bakal tercapai. Bahkan, angka sebesar itu bukan hanya sekadar mimpi, melainkan diyakini bakal terwujud tepat pada akhir tahun depan.

Hingga September 2025 ini, realisasi investasi di Sulut sudah menembus angka Rp 8 triliun. Itu artinya, sekitar 89% dari target tahunan sudah di depan mata.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Sulut, Hermina Syaloom Korompis, tak cuma sekadar optimis. Menurutnya, dengan dukungan percepatan perizinan dan kemitraan kelembagaan yang terus digenjot, bukan mustahil target itu malah terlampaui.

“Optimis target tersebut tidak hanya tercapai, tetapi berpotensi terlampaui dengan dukungan percepatan perizinan dan kemitraan kelembagaan,” ungkap dia.

Di sisi lain, Pemprov juga sedang gencar berkolaborasi dengan Bank Indonesia lewat program Regional Investor Relation Unit (RIRU). Tujuannya jelas: membangun tata kelola investasi yang lebih adaptif dan berbasis data.

Kolaborasi semacam ini dinilai krusial, terutama untuk membaca tren ekonomi yang berubah cepat, memetakan peluang investasi yang tersembunyi, dan memastikan proses perizinan benar-benar mendukung pertumbuhan sektor-sektor strategis.

“Kita harap ini dapat membantu kita dan memastikan bahwa proses perizinan mendukung pertumbuhan sektor usaha strategis,” ujar Hermina.

Tak berhenti di situ, Hermina juga menegaskan komitmen Gubernur Sulut. Ada keinginan kuat agar proses perizinan benar-benar bersih dari pungutan liar, transparan, dan responsif terhadap masukan dari pelaku usaha.

“Ini sejalan dengan keinginan Gubernur, agar proses perizinan bebas pungli dan transparan, serta memastikan setiap masukan dari dunia usaha menjadi bagian dari perbaikan sistem,” katanya kembali.

Editor: Melati Kusuma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar