Di sisi lain, Nita punya harapan yang tak kalah besar. Baginya, lima tahun perpisahan itu ibarat masa ‘break’ atau jeda sejenak sebelum akhirnya kembali bersama. Ia berharap pernikahan kali ini adalah yang terakhir.
“Bisa dibilang setelah 5 tahun itu kita kemarin break dulu,” kata Nita.
“Sekarang balikan, pokoknya kita sudah tahu kalau, InsyaAllah sampai nenek-kakek,” harapnya penuh keyakinan.
Kedua pasangan ini sepakat untuk menjaga keharmonisan. Mereka berkomitmen mengurangi pertikaian. Dan yang menarik, Fahmi kini mengaku lebih banyak mendengarkan istrinya. Kalau dulu mungkin ada ego, sekarang ia memilih untuk lebih nurut.
“Sekarang kalau mau ini itu, nurut lah sama istri,” tandas Fahmi sambil tersenyum. Sebuah pengakuan sederhana yang barangkali jadi kunci bagi babak baru rumah tangga mereka.
Artikel Terkait
Doktor Pariwisata Tersandung Kasus Penipuan Investasi Rp 400 Juta
Gereja Buka Suara Soal Pernikahan Aurelie dan Roby: Ada Pernikahan, Tapi...
Insanul Fahmi Berupaya Pulihkan Rumah Tangga, Minta Kepastian dari Mawa
Doktif Tantang Keadilan Hukum: Saya Lawan Mafia Skincare, Bukan Orang Per Orang