Tantangan Ekstrem Amanda Manopo Syuting Dusun Mayit: Tanpa Toilet & Basecamp!

- Selasa, 18 November 2025 | 14:15 WIB
Tantangan Ekstrem Amanda Manopo Syuting Dusun Mayit: Tanpa Toilet & Basecamp!
Amanda Manopo Ungkap Tantangan Berat Syuting Dusun Mayit di Pegunungan

Tantangan Ekstrem Amanda Manopo Saat Syuting Film Dusun Mayit di Pegunungan

Aktris berbakat Amanda Manopo baru-baru ini mengungkapkan berbagai tantangan fisik dan mental yang dihadapinya selama proses pembuatan film horor terbaru, "Dusun Mayit". Syuting yang dilakukan di area pegunungan terpencil mengharuskan seluruh kru dan pemain bertahan tanpa fasilitas dasar yang memadai.

Menurut Amanda, menjaga kondisi fisik menjadi prioritas utama. "Tantangan utamanya adalah fisik, karena harus benar-benar dijaga. Kita naik gunung, lalu langsung syuting. Syutingnya pun melibatkan adegan lari-lari di atas gunung, kemudian naik lagi. Pasti capek banget," ujarnya dalam sebuah kesempatan di Jakarta Pusat.

Hidup Tanpa Fasilitas Dasar di Lokasi Syuting

Amanda Manopo menjelaskan bahwa lokasi syuting yang sangat terpencil membuat mereka harus beradaptasi tanpa keberadaan basecamp atau toilet. Situasi ini benar-benar menguji ketahanan mental dan fisik seluruh tim.

"Fisik dan psikis kita benar-benar diuji di film 'Dusun Mayit' ini. Di atas gunung, tidak ada basecamp, kita tidur-tiduran di hutan, tidak ada kamar mandi. Mustahil membawa karavan toilet ke atas gunung. Akhirnya kita pipis menggunakan tenda, atau kalau tidak ada ya terpaksa terbuka," tutur Amanda dengan jujur.

Memerankan Karakter Introvert yang Penuh Rasa Ingin Tahu

Dalam film ini, Amanda Manopo memerankan karakter bernama Yuni, seorang sosok introvert dengan rasa ingin tahu tinggi. Meski mengaku memiliki beberapa kesamaan dengan karakternya, Amanda menegaskan bahwa motivasi dan semangat eksplorasi mereka cukup berbeda.

"Yuni memang introvert, bukan tipe orang yang suka bercerita. Mungkin dalam hal ini ada kemiripan dengan saya. Tapi Yuni masih memiliki jiwa petualang dan rasa ingin tahu yang besar. Sedangkan saya sendiri lebih cenderung mager (malas gerak)," candanya.

Ketertarikan pada Pengalaman Syuting yang Unik

Meski menyadari proyek ini akan sangat melelahkan, Amanda justru tertarik karena ingin merasakan langsung pengalaman syuting ekstrem di pegunungan. Rasa penasarannya terhadap proses teknis syuting dalam kondisi berat menjadi pendorong utama.

"Saat ditawari film ini, saya langsung berpikir pasti akan sangat capek. Tapi justru karena itu saya ingin merasakannya, ingin tahu dan akhirnya punya cerita. Saya penasaran bagaimana rasanya syuting di gunung, bagaimana proses pengambilan gambarnya, termasuk bagaimana kru membawa peralatan berat seperti Jimmy Jib ke atas gunung," paparnya.

Apresiasi untuk Perjuangan Kru Film

Amanda juga menyoroti perjuangan luar biasa dari kru film yang harus mendaki sambil membawa berbagai peralatan syuting berat, termasuk tenda dan galon air untuk kebutuhan para pemain.

"Saya melihat sendiri proses kru membawa peralatan. Hanya sekitar 30 kru yang bisa naik, dan mereka harus membawa alat-alat berat termasuk tenda untuk berganti baju," ungkapnya dengan nada menghargai.

Sinopsis Film Dusun Mayit

Film Dusun Mayit mengisahkan tentang empat mahasiswa - Aryo, Yuni (diperankan Amanda Manopo), Nita, dan Raka - yang mendaki Gunung Welirang untuk mengisi liburan. Petualangan mereka berubah menjadi mimpi buruk ketika Nita menemukan sesajen dan terjatuh ke sebuah telaga.

Setelah kejadian tersebut, Nita berubah menjadi pribadi yang menyeramkan, sering menyeringai dan mengucapkan kata-kata dalam bahasa Jawa: "Siji, loro, telu... Sing podo teko, lali dalan mulih."

Mereka pun berusaha turun gunung namun tersesat, terjebak dalam lingkaran jalan yang sama. Dalam kebingungan, mereka bertemu dengan pasar gaib, sosok seram, pagelaran wayang yang janggal, dan ilalang tak berujung yang menjebak mereka.

Dengan bantuan Mbah Surop, seorang kakek misterius, mereka mengetahui bahwa mereka berada di Dusun Mayit - sebuah desa gaib yang menuntut tumbal, dan Nita telah ditandai sebagai tumbal tersebut.

Pertanyaan besar menganga: Akankah mereka bisa menyelamatkan Nita? Bisakah mereka keluar dari desa gaib itu dan pulang dengan selamat? Atau justru akan terjebak selamanya?

Jawaban dari semua teka-teki ini dapat disaksikan langsung di bioskop ketika film Dusun Mayit resmi tayang pada 31 Desember 2025.

Editor: Novita Rachma

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar