Jelaskan bahwa perceraian bukan kesalahan mereka dan yakinkan bahwa mereka tetap aman serta dicintai. Untuk kekhawatiran praktis (seperti sekolah atau liburan), beri jawaban jelas. Jika belum pasti, katakan jujur bahwa Anda sedang mencari solusi.
Bantu anak merasa tenang dengan menjaga rutinitas, misalnya membuat jadwal sementara. Struktur dan kepastian sangat membantu anak melewati masa transisi ini.
Dampak Perceraian pada Anak yang Perlu Diwaspadai
1. Menyalahkan Diri Sendiri
Anak kecil khawatir kehilangan kasih sayang, anak usia sekolah merasa bersalah, sementara remaja mungkin marah dan menyalahkan salah satu pihak. Di sisi lain, beberapa anak justru lega karena ketegangan di rumah berkurang.
2. Masalah Kesehatan Mental
Perceraian dapat meningkatkan risiko gangguan psikologis pada anak dan remaja, seperti depresi dan kecemasan, tanpa memandang usia, jenis kelamin, atau budaya.
3. Masalah Perilaku
Anak mungkin menunjukkan gangguan perilaku, impulsif, atau konflik dengan teman sebaya setelah orang tua bercerai.
4. Penurunan Prestasi Akademik
Banyak anak dari orang tua yang bercerai mengalami kesulitan akademis, terutama jika perceraian terjadi secara mendadak.
Meski demikian, dampak negatif perceraian pada anak dapat diminimalisir dengan komunikasi yang baik dan penerapan co-parenting yang sehat. Kunci utamanya adalah meyakinkan anak bahwa mereka tidak kehilangan kasih sayang dari kedua orang tuanya.
Artikel Terkait
Malam Pengampunan: Doa dan Amalan Istimewa di Nisfu Syaban 2026
Skincare dan Kosmetik Laris Manis Menyambut Ramadan
Waspada, Popcorn Bisa Jadi Bahaya Tersedak untuk Balita
Demam K-Pop Buka Peluang Bisnis, 5 Kuliner Korea Ini Layak Dicoba