Hebohnya luar biasa, manusia. Cuma pergantian kalender saja, tapi riuhnya seolah menyambut hari akhir.
Di tengah keriuhan itu, ada seruan yang mengajak kita untuk sejenak berhenti. Melihat ke dalam. Ayat-ayat ini, dalam keheningan maknanya, justru berbicara lantang.
يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ وَلْتَنظُرْ نَفْسٌ مَّا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ خَبِيرٌۢ بِمَا تَعْمَلُونَ
Intinya jelas: "Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok; dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."
Peringatan itu tak berhenti di situ. Ada sebuah perbandingan tajam yang disodorkan.
وَلَا تَكُونُوا۟ كَٱلَّذِينَ نَسُوا۟ ٱللَّهَ فَأَنسَىٰهُمْ أَنفُسَهُمْ ۚ أُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْفَٰسِقُونَ
"Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik." Bayangkan, lupa pada diri sendiri. Konsekuensi yang dalam dan menggetarkan.
Lalu, di akhir rangkaian ini, diberikan penegasan tentang dua golongan yang tak akan pernah sama. Sebuah garis pemisah yang final.
لَا يَسْتَوِىٓ أَصْحَٰبُ ٱلنَّارِ وَأَصْحَٰبُ ٱلْجَنَّةِ ۚ أَصْحَٰبُ ٱلْجَنَّةِ هُمُ ٱلْفَآئِزُونَ
"Tidaklah sama penghuni-penghuni neraka dengan penghuni-penghuni surga; penghuni-penghuni surga itulah orang-orang yang beruntung."
Poinnya sederhana, tapi berat. Di saat dunia sibuk dengan hitungan waktu lahiriah, kita diajak mengingat hitungan yang lain. Hitungan amal. Persiapan untuk sebuah 'besok' yang hakiki. Bukan sekadar ganti tahun, tapi tentang memastikan arah langkah kita.
[QS Al-Hasyr 18-20]
Artikel Terkait
Kecelakaan Maut di Tol Jombang: Sopir Diduga Microsleep, Tabrak Truk Hino, Satu Tewas
Wali Kota Makassar Luncurkan “Pete-pete Laut”, Layanan Kapal Gratis untuk Warga Kepulauan Terluar
27 Peserta Ikuti Program Karantina Hafal Al-Qur’an 30 Juz dalam 40 Hari di Bekasi
DPR Desak Pemerintah Prioritaskan Warga Lokal dalam Rekrutmen Pengelola Koperasi Desa Merah Putih