JAKARTA – Buat para penggemar jazz, ada kabar besar. Java Jazz Festival (JJF) yang ke-21 tahun ini tak lagi digelar di JIExpo Kemayoran. Panggungnya berpindah ke Nusantara International Convention and Exhibition (NICE), yang terletak di kawasan PIK 2, Tangerang, Banten. Perpindahan ini bukan sekadar ganti tempat. Menurut penyelenggara, ini adalah langkah strategis untuk membuka lebih banyak kemungkinan, baik bagi penonton maupun para musisi yang akan manggung.
Keputusan itu tentu tidak diambil secara gegabah. Dewi Gontha, President Director Java Festival Production, mengungkapkan bahwa pilihan venue baru sudah melalui pertimbangan matang. Intinya, mereka butuh ruang yang lebih luas.
"Tahun ini sebuah move yang sangat besar dan memang harus kita lakukan untuk kita bisa melakukan sesuatu yang lebih baik, untuk kita bisa explore dengan space yang lebih besar," ujar Dewi Gontha.
Pernyataan itu disampaikannya di Kemang, Jakarta Selatan, Rabu (11/3/2026). Saat ini, tim produksi sedang mendalami venue baru itu. Tujuannya jelas: memaksimalkan seluruh konsep pertunjukan di lokasi yang jauh lebih besar dibandingkan tempat sebelumnya.
"Dan hari ini tujuannya adalah untuk membantu kami mensosialisasikan perpindahan tersebut," sambungnya.
Namun begitu, kabar perpindahan ke PIK 2 sempat bikin sebagian warganet resah. Kekhawatiran utama mereka adalah aksesibilitas. Bagi yang mengandalkan transportasi umum, lokasi baru ini dianggap kurang terjangkau dan berpotensi merepotkan.
Artikel Terkait
Kemenkes Prediksi Kasus Kanker di Indonesia Melonjak 70% pada 2050
Doa Khusus Ramadhan Hari ke-22: Mohon Perlindungan dari Siksa Neraka
Grand Final KDI 2025 Digelar Malam Ini, Tiga Finalis Berebut Mahkota
Umat Muslim Perbanyak Ibadah Sambut Lailatul Qadar di Sepuluh Malam Terakhir Ramadhan