Kakorlantas Polri Tegaskan Operasi Ketupat 2026 sebagai Operasi Kemanusiaan

- Kamis, 12 Maret 2026 | 09:35 WIB
Kakorlantas Polri Tegaskan Operasi Ketupat 2026 sebagai Operasi Kemanusiaan

Di Jakarta Barat, Kamis (12/3) pagi, suasana tampak berbeda. Irjen Agus Suryonugroho, sang Kakorlantas Polri, kembali melepas tim monitor mudik media nasional. Ini adalah ritual tahunan, tapi pesan yang dibawanya selalu relevan: negara hadir. Terutama untuk memastikan Operasi Ketupat 2026 berjalan tanpa kendala berarti, aman dari kriminalitas dan lancar di jalan raya.

“Operasi Ketupat 2026 ini sebenarnya operasi kemanusiaan,” tegas Irjen Agus usai acara pelepasan. Suaranya tenang namun penuh keyakinan.

“Bukan cuma soal mengatur arus mudik dan balik. Lebih dari itu, ini tentang kehadiran negara. Polri ada di tengah masyarakat untuk menjamin Ramadan dan Idulfitri berlangsung aman, tertib. Kondisi harus aman dari sisi kriminal, dan lalu lintas harus lancar,” sambungnya.

Tak lupa, dia menyelipkan pesan dari Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Ada tagline yang terus digaungkan: ‘Mudik Aman, Keluarga Bahagia’. Menurut Agus, tagline sederhana itu mewakili komitmen nyata pemerintah. Intinya, memastikan perjalanan pulang kampung benar-benar selamat dan membahagiakan.

“Jadi, Operasi Ketupat ini sifatnya manusiawi. Negara siap melayani,” ungkapnya.

Memang, mudik sudah seperti tradisi sakral. Momen untuk kembali, berkumpul, melepas rindu. Nah, melalui Operasi Ketupat inilah negara coba memastikan perjalanan itu tak hanya lancar, tapi juga penuh rasa aman.

“Makanya, Mabes Polri menggelar operasi ini. Masyarakat tak perlu khawatir berlebihan. Kolaborasi dengan berbagai stakeholder sudah kami bangun dengan baik,” ujar Irjen Agus.

Editor: Bayu Santoso


Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar