JAKARTA Akses pendidikan tinggi yang inklusif terus diperjuangkan. Salah satunya oleh MNC University, yang kini merambah ke Kota Sukabumi. Kampus ini punya rencana konkret: menjalin kerja sama program beasiswa dengan pemerintah setempat. Tujuannya jelas, mendongkrak kualitas sumber daya manusia daerah.
Rabu lalu, tepatnya 18 Februari 2026, ruang rapat di Sekretariat Daerah Kota Sukabumi jadi saksi pembicaraan awal ini. Mereka tak hanya sekadar bertemu, tapi benar-benar menjajaki peluang. Mulai dari beasiswa, riset bersama, sampai penguatan kapasitas SDM lokal. Semuanya dibahas.
Rapat itu sendiri dipimpin oleh Fajar Rajasa, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat. Menurut sejumlah pihak yang hadir, atmosfer diskusinya cukup cair. Kedua belah pihak berusaha menyelaraskan visi. Apa sih kebutuhan prioritas Sukabumi? Dan kontribusi seperti apa yang bisa diberikan oleh MNC University? Itu yang digarisbawahi.
Di sisi lain, kampus tersebut menegaskan komitmennya. Mereka serius ingin mendukung peningkatan kualitas pendidikan di daerah. Caranya? Melalui berbagai skema beasiswa untuk putra-putri Sukabumi.
"Program ini bukan cuma soal memberi kesempatan kuliah," jelas satu pernyataan dari pihak kampus. "Lebih dari itu, ini adalah investasi jangka panjang untuk pembangunan SDM yang berkelanjutan."
Nah, diskusi kemudian mengerucut. Mereka menyoroti pentingnya menyelaraskan program beasiswa ini dengan kebijakan pembangunan daerah yang sudah ada. Harapannya, dampaknya bisa lebih nyata di masyarakat. Beberapa opsi skema pun mengemuka, dari beasiswa penuh, afirmasi, sampai bantuan pendidikan dengan persentase tertentu.
Yang menarik, kuota khusus juga dibicarakan. Tidak hanya untuk warga pada umumnya, tapi juga penyandang disabilitas. Bahkan, skema pendanaan bersama atau co-funding pun terbuka, tentu dengan menyesuaikan kemampuan anggaran daerah.
Lalu apa langkah selanjutnya? Rencananya, akan disusun Perjanjian Kerja Sama sebagai dasar hukum. Pembahasan teknis lebih detail juga akan menyusul. Mekanisme seleksi, distribusi kuota, tata kelola semua perlu dirumuskan dengan jelas agar tidak ada kesalahpahaman di kemudian hari.
Pada akhirnya, harapan dari kolaborasi ini sederhana tapi mendalam: menciptakan generasi muda Sukabumi yang tak hanya berkualitas dan kompetitif, tapi juga siap memberi dampak positif bagi kemajuan kotanya sendiri.
Artikel Terkait
Timo Tjahjanto Kecam Erzalul Octa Azis, Serukan Proses Hukum atas Dugaan Pelanggaran Etika Penyutradaraan
Inara Rusli Ungkap KTP dan Media Sosial Insanul Fahmi Proyeksikan Diri Sebagai Lajang
Azia Riza dan Boengkoes Kacaukan Tantangan Ringan di Maniak
Nikita Mirzani Soroti Perlakuan Hukum Berbeda untuk dr. Richard Lee