Ade Rai punya saran yang mungkin mengejutkan: hindari karbohidrat saat sahur. Loh, kok bisa? Gantinya, ia menganjurkan untuk mengonsumsi nutrisi yang dicerna lebih lambat, seperti protein dan lemak sehat. Jenis makanan ini tidak memicu lonjakan insulin drastis.
Contohnya? Telur, ayam, atau ikan. Itu semua bisa jadi pilihan sumber energi yang jauh lebih stabil. Dengan begini, tubuh tidak akan mengalami fluktuasi gula darah yang bikin lemas berlebihan di siang hari.
Logikanya begini. Strategi ini bermula dari hitungan durasi jeda makan. Kalau konsumsi karbohidrat terakhir dilakukan sekitar pukul 22.00 malam dan tidak diulang saat sahur, maka tubuh punya jeda panjang sekitar 18 sampai 20 jam tanpa lonjakan gula darah yang berarti.
Manfaatnya apa? Dengan gula darah yang stabil, tubuh akan dipaksa mencari bahan bakar dari tempat lain. Karena tidak ada asupan karbo baru di pagi hari, otomatis tubuh akan membongkar cadangan energi yang tersimpan dalam lemak. Situasi ini, kata Ade, justru menguntungkan untuk komposisi tubuh secara keseluruhan.
Jadi, sederhananya, sahur tanpa karbo adalah triknya. Bukan untuk menyiksa diri, tapi justru agar tubuh lebih efisien menggunakan energi dan imun tetap terjaga selama menjalani puasa.
Artikel Terkait
Lindi Fitriyana Ungkap Surat Cinta untuk Calon Bayi di Media Sosial
Lindi Fitriyana Konfirmasi Kehamilan Lewat Unggahan Instagram
Anrez Adelio Bantah Tudingan Penelantaran Anak via Kuasa Hukum
Keluarga Vidi Aldiano Soroti Fenomena Pemanfaatan Duka untuk Cari Perhatian