Di sisi lain, media AS lain, Complex, turut mengangkat berita serupa. Fokus pemberitaannya kurang lebih sama: kabar duka, usia Lula, dan statusnya sebagai influencer Indonesia.
Lain lagi dengan pemberitaan dari India. The Economic Times, misalnya, menyajikan ulasan yang lebih mendalam. Mereka tak cuma melaporkan kematiannya, tapi juga menelusuri profil, karier, plus tentu saja hubungan asmaranya dengan Reza Arap. Judul artikelnya panjang, merangkum semua poin itu.
Sementara itu, Hindustan Times memilih angle yang sedikit berbeda. Media ini justru lebih menyoroti sosok Reza Arap. Mereka mengulik profilnya, perjalanan karier di musik dan dunia digital, serta keputusan membatalkan penampilan sebagai bentuk duka. Intinya, mereka melihat cerita ini dari sisi sang kekasih yang ditinggalkan.
Sorotan luas dari berbagai media asing ini jelas menunjukkan satu hal: kabar meninggalnya Lula Lahfah benar-benar jadi perhatian global. Pengaruh duo Lula dan Reza di dunia digital dan hiburan ternyata tak main-main. Karena itu, kepergiannya pun dirasakan sebagai duka yang mendalam, bukan cuma oleh publik Indonesia, tapi juga oleh banyak orang di luar sana.
Artikel Terkait
Mister Aladin Tawarkan Paket Tur 4 Hari Bangkok-Pattaya Mulai Rp 6,6 Juta
TXT Dikritik karena Diduga Gunakan AI Murahan di Trailer Comeback
Jobstreet Luncurkan Fitur Pencarian Kandidat Gratis untuk Akses 50 Juta Profil
Putri Akbar Tandjung, Karmia Krissanty, Wafat Setelah Berjuang Melawan Kanker