Bayangkan adegan klasik di film: seorang ibu hamil tiba-tiba terkejut, air ketubannya mengalir deras ke lantai. Adegan dramatis itu langsung diikuti dengan teriakan, "Ayo ke rumah sakit!" Gambaran inilah yang sering bikin para calon ibu berpikir bahwa persalinan selalu diawali dengan ketuban pecah. Padahal, kenyataan di lapangan seringkali jauh berbeda.
Faktanya, mayoritas persalinan justru tidak dimulai dari situ. Menurut informasi dari Cleveland Clinic, sekitar 90% persalinan malah diawali dengan kontraksi. Kontraksi itu sendiri adalah tanda bahwa rahim mulai bekerja aktif untuk membuka jalan lahir si kecil.
Kontraksi, Tanda Awal yang Paling Umum
Jadi, jangan panik dulu kalau kamu sudah merasakan mulas yang teratur tapi ketuban masih utuh. Itu tanda yang normal dan valid kok. Dalam banyak kasus, air ketuban baru akan pecah saat pembukaan sudah cukup besar, atau bahkan sengaja dipecahkan oleh bidan atau dokter untuk memperlancar proses persalinan.
Namun begitu, ketuban pecah dini tetap perlu diwaspadai. Kondisi yang dalam istilah medis disebut Premature Rupture of Membranes (PROM) ini terjadi pada sekitar 8-10% kehamilan. Beberapa faktor bisa meningkatkan risikonya.
Misalnya, kebiasaan merokok saat hamil atau pernah mengalami PROM di kehamilan sebelumnya. Perdarahan vagina di trimester akhir, infeksi, dan kondisi serviks yang pendek juga termasuk faktor pemicu yang patut diperhatikan.
Artikel Terkait
Mister Aladin Tawarkan Paket Tur 4 Hari Bangkok-Pattaya Mulai Rp 6,6 Juta
TXT Dikritik karena Diduga Gunakan AI Murahan di Trailer Comeback
Jobstreet Luncurkan Fitur Pencarian Kandidat Gratis untuk Akses 50 Juta Profil
Putri Akbar Tandjung, Karmia Krissanty, Wafat Setelah Berjuang Melawan Kanker