Sidang Ammar Zoni: Tawa dan Kebingungan di Ruang Pengadilan
Di Ruang Sidang Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, suasana sempat terpecah oleh tawa ringan Ammar Zoni. Ia baru saja mendengarkan kesaksian Andri Setiawan Indrakusuma, seorang saksi yang dihadirkannya. Kesaksian itu, secara garis besar, meringankan posisinya dalam kasus dugaan peredaran narkoba di Rutan Salemba. Tapi reaksinya justru campur aduk: tertawa, lalu tampak bingung.
Majelis Hakim kemudian mempersilakan Ammar untuk menanggapi. Apa yang disampaikan saksi, benar atau tidak? Di sinilah kebingungannya muncul. Ia seolah terjepit. Jika ia membenarkan semua pernyataan Andri, khawatirnya justru akan berbuah kesimpulan yang tak diinginkan. Tanggapannya pun tersendat.
"Memang saya nggak terlibat di kasus itu," ujar Ammar, masih diselingi tawa kecil.
Hakim Ketua tak membiarkan kebingungan itu berlama-lama. Tekanan diberikan. Ammar diminta untuk bersikap jelas: apakah keterangan saksi itu sepenuhnya benar atau ada yang keliru? Di satu sisi, Andri menggambarkan Ammar sebagai "orang baik" yang tak pernah terlihat membawa narkoba. Namun di sisi lain, dengan gamblang saksi justru membongkar praktik peredaran gelap di dalam rutan tersebut.
"Iya tadi kan saya bilang bener," sahut Ammar, "tapi kata Yang Mulia tadi bilangnya 'oh berarti membenarkan', jadi saya bingung ini saya bilang harus yang bener apa nggak saya…?"
Setelah beberapa saat terdiam, akhirnya Ammar memutuskan untuk membenarkan kesaksian Andri. Ia menegaskan kembali bahwa dirinya tidak terlibat dalam jaringan narkoba di Rutan Salemba.
Artikel Terkait
Ammar Zoni Berdzikir dengan Tasbih di Tengah Sidang Narkoba
Ifan Seventeen Terkejut, Lagu Lawas Tembus Chart Lagi dan Picu Album Baru
Polisi Bantah Spekulasi, Tunggu Hasil Autopsi untuk Kematian Selebgram Lula Lahfah
Ifan Seventeen: Dirut PFN yang Tak Mau Lepas Status Musisi Paruh Waktu