Poin tentang pengangkatan amal ini bukan main-main. Konon, amalan tahunan seorang hamba dilaporkan tepat di bulan Syaban. Selain itu, amalan harian dilaporkan setiap bakda Subuh dan Ashar, sementara amalan mingguan setiap hari Senin. Bayangkan, di bulan yang sering kita anggap remeh ini, catatan-catatan kita justru sedang diangkat dan disetorkan.
Maka, wajar jika Rasulullah begitu bersemangat berpuasa sunnah di Syaban. Dalam riwayat lain, ketika ditanya puasa apa yang paling utama setelah Ramadhan, beliau menjawab, “Puasa di bulan Sya’ban, untuk memuliakan Ramadhan.” Jadi, ibadah di Syaban ibarat pemanasan sebelum masuk ke ‘lapangan utama’.
Selain puasa, ada satu malam yang paling dinantikan: Nishfu Syaban. Menurut sejumlah riwayat, pada malam pertengahan Syaban ini, Allah SWT memperhatikan seluruh makhluk-Nya dan memberikan ampunan, kecuali bagi orang yang musyrik dan yang masih menyimpan dendam. Imam Syafi’i bahkan menyebutkan bahwa malam ini adalah satu dari lima malam mustajab untuk berdoa, bersama malam Jumat, malam Idul Adha, malam Idul Fitri, dan malam pertama Rajab.
Tak kalah penting, arah kiblat umat Islam pun berubah di bulan ini. Awalnya, setelah hijrah ke Madinah, Rasulullah dan kaum Muslimin shalat menghadap Baitul Maqdis di Palestina. Tentu saja ini membuat penduduk Yahudi di sana senang. Namun, Rasulullah rupanya selalu rindu untuk menghadap ke Kiblat Nabi Ibrahim. Beliau sering memandang ke langit, menunggu wahyu. Hingga akhirnya, turunlah perintah untuk memalingkan wajah ke arah Masjidil Haram. Peralihan bersejarah itu terjadi pada bulan Syaban.
Jadi, bulan ini jauh dari kata ‘sepi’. Ia adalah bulan laporan amal, bulan puasa sunnah, bulan pengampunan, bulan shalawat, dan bulan perubahan arah kiblat. Sebuah fase transisi yang penuh dengan makna dan kesempatan untuk memperbanyak bekal. Sebelum kita menyambut Ramadhan dengan gegap gempita, ada baiknya kita menyiapkan hati di Syaban dengan khusyuk.
Wallahu A'lam Bishshowab.
Artikel Terkait
Ammar Zoni Desak Hakim Putar CCTV Buktikan Intimidasi Polisi
Hindari Bubur hingga Kepiting: Makanan yang Dipercaya Bawa Sial Saat Imlek
Ini Dia Brand Hijab Favorit Komunitas, dari Sattka hingga Jasmine
Jakarta Siaga: Hujan Ekstrem Besok, Ini Langkah Nyata Lindungi Keluarga