Syaban: Bulan yang Sering Terlupa, Padahal Penuh Rahasia

- Jumat, 23 Januari 2026 | 05:40 WIB
Syaban: Bulan yang Sering Terlupa, Padahal Penuh Rahasia

JAKARTA – Bagi umat Islam, Syaban adalah bulan yang istimewa. Ia hadir sebagai penghubung, diapit oleh Rajab dan Ramadhan. Tahun ini, bulan kedelapan dalam kalender Hijriah itu diperkirakan jatuh pada Selasa, 20 Januari 2026. Tapi lebih dari sekadar penanda waktu, ada banyak peristiwa penuh hikmah di dalamnya yang layak kita renungkan.

Secara bahasa, asal-usul nama Syaban cukup menarik. Menurut Tafsir Ibnu Katsir, kata ini berasal dari ‘sya’abai qabailu’. Artinya kurang lebih, kabilah-kabilah mulai berpencar untuk melakukan serangan. Ada juga pendapat yang mengatakan, dinamakan Syaban karena masyarakat jahiliyah dulu berpencar mencari sumber air setelah berbulan-bulan ‘terkungkung’ di Rajab, bulan yang diharamkan untuk berperang.

“Syaikh Abdurrazaq as-Sa’di pernah menjelaskan, para kabilah Arab berpencar dan berpisah untuk berperang setelah sebelumnya berdiam diri,” begitu kira-kira penjelasannya. Jadi, ada nuansa pergerakan dan perubahan di balik namanya.

Nah, di sisi lain, bulan ini juga punya julukan lain: al-Qaṣir, yang artinya ‘pendek’. Mungkin karena orang-orang begitu menanti-nanti kedatangan Ramadhan, sehingga Syaban terasa berlalu begitu cepat. Sebuah persiapan yang singkat, namun bermakna.

Yang jelas, posisinya yang ‘terjepit’ antara dua bulan besar itu seringkali membuat orang lalai. Padahal, justru di sinilah letak keutamaannya. Seperti yang diungkapkan dalam sebuah hadits.

Usamah bin Zaid pernah bertanya pada Rasulullah SAW, “Wahai Rasulullah, aku tidak pernah melihat engkau berpuasa dalam satu bulan sebanyak puasamu di bulan Sya’ban?”

Beliau pun menjawab, “Itulah bulan yang sering dilalaikan manusia, antara Rajab dan Ramadhan. Di bulan itulah amal-amal diangkat kepada Rabb semesta alam. Aku ingin amalku diangkat saat aku sedang berpuasa.”


Halaman:

Komentar