JAKARTA – Masalahnya jelas: Indonesia masih minus sekitar 140 ribu dokter. Padahal, kebutuhan akan tenaga medis ini terus mendesak. Sementara itu, jumlah lulusan baru setiap tahunnya? Masih sangat terbatas untuk mengejar ketertinggalan itu.
Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan angka yang cukup mencengangkan. Menurutnya, Indonesia baru bisa menghasilkan kira-kira 9 ribu dokter per tahun. Bayangkan saja, butuh waktu sangat lama untuk menutupi kekurangan 140 ribu itu. Belum lagi, sambil kita berusaha mengejar, semakin banyak dokter senior yang justru memasuki masa pensiun. Rasanya seperti lari di tempat.
Nah, dalam upaya mencari solusi jangka panjang, pemerintah pun membuka peluang kerja sama dengan pihak luar. Dalam kunjungan kerjanya ke London baru-baru ini, Presiden mengajak sejumlah perguruan tinggi terkemuka Inggris untuk bermitra. Tujuannya? Mendirikan 10 universitas baru di dalam negeri.
Prabowo menyampaikan hal ini dalam forum UK–Indonesia Education Roundtable di Lancaster House, London, Selasa lalu.
Ambisi Presiden terlihat jelas: mempercepat jumlah lulusan kedokteran dan sekaligus menaikkan kualitas pendidikan tinggi kita. Dia ingin standarnya setara dengan yang terbaik di dunia. Bukan hal yang mudah, tapi tampaknya sedang diusahakan serius.
Artikel Terkait
Mister Aladin Tawarkan Paket Tur 4 Hari Bangkok-Pattaya Mulai Rp 6,6 Juta
TXT Dikritik karena Diduga Gunakan AI Murahan di Trailer Comeback
Jobstreet Luncurkan Fitur Pencarian Kandidat Gratis untuk Akses 50 Juta Profil
Putri Akbar Tandjung, Karmia Krissanty, Wafat Setelah Berjuang Melawan Kanker