Intinya, setiap seniman punya segmen dan penikmatnya masing-masing. Genre dalam komedi itu beragam, persis seperti aliran dalam musik. Jadi yang tidak untuk semua kalangan itu adalah karya spesifik seorang komika, bukan bentuk seninya secara keseluruhan.
Pernyataan Pandji yang blak-blakan ini, tentu saja, langsung memancing reaksi. Warganet ramai memberikan tanggapan di kolom komentar.
“Itu namanya stunting, bang. Pernah dijelasin kan di show yang dulu,” tulis salah satu pengguna.
Ada juga yang menyamakannya dengan selera makanan. “Durian juga gak buat semua orang. Pete sama jengkol juga bukan buat semua orang. Intinya tergantung selera saja,” komentar netizen lain.
Seorang lainnya mengutip perkataan senior di dunia hiburan, “Seperti kata Pakde Indro: Kemunduran cara berpikir.”
Tanggapan-tanggapan itu seolah menggarisbawahi poin Pandji. Persoalannya bukan pada medianya, melainkan pada preferensi personal. Stand up comedy sebagai sebuah seni punya ruang untuk siapa saja, tapi tentu tidak semua orang akan menyukai gaya setiap komika. Itu hal yang wajar.
Artikel Terkait
Brooklyn Beckham Bongkar Kepalsuan di Balik Pencitraan Keluarga
Tur Korea 5 Hari: Dari Hanok Village Sampai Bikin Kimbap, Semua Teratur Tanpa Ribet
Maia Estianty Soroti Kekurangan Power Vokal Praditya di Live Show Indonesian Idol
Tas Terbuka hingga Kantung Serut: Tren yang Bakal Ramaikan Dunia Fashion