Menyusuri Langit Ketujuh: Kisah Perjalanan Agung Isra Miraj dan Titik Awal Sholat Lima Waktu

- Kamis, 15 Januari 2026 | 06:40 WIB
Menyusuri Langit Ketujuh: Kisah Perjalanan Agung Isra Miraj dan Titik Awal Sholat Lima Waktu

Keempat, di Baitul Lahm, tempat kelahiran Nabi Isa AS.

Barulah kemudian tiba di tujuan, Masjidil Aqsha.

Dalam perjalanan itu, ada satu momen simbolis yang menarik. Nabi Muhammad disuguhi dua gelas: satu berisi susu, satunya arak. Beliau memilih susu. Jibril pun mengucapkan selamat, karena pilihan itu menandakan kebaikan untuk beliau dan umatnya.

Naik ke Sidratul Muntaha

Usai memimpin shalat para nabi di Al Aqsa, perjalanan dilanjutkan. Kali ini, Miraj menuju Sidratul Muntaha untuk menghadap Allah SWT. Fase ini disebutkan dalam Surat An Najm ayat 13-18.

وَلَقَدْ رَآهُ نزلَةً أُخْرَى (13) عِنْدَ سِدْرَةِ الْمُنْتَهَى (14) عِنْدَهَا جَنَّةُ الْمَأْوَى (15) إِذْ يَغْشَى السِّدْرَةَ مَا يَغْشَى (16) مَا زَاغَ الْبَصَرُ وَمَا طَغَى (17) لَقَدْ رَأَى مِنْ آيَاتِ رَبِّهِ الْكُبْرَى (18)

Latin : Walaqad ra abu nazlatan ukhraa, 'inda Sidratil Muntaha, 'indaha jannatul ma waa, idz yaghsyas sidrati ma yaghsyas, maa zaaghal basharu wamaa thagha, laqad ra aaa min aayati rabbihil kubraa.

Arti : "Dan sesungguhnya Muhammad telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidratil Muntaha. Di dekatnya ada surga tempat tinggal, (Muhammad melihat Jibril) ketika Sidratil Muntaha diliputi oleh sesuatu yang meliputinya. Penglihatannya (Muhammad) tidak berpaling dari yang dilihatnya itu dan tidak (pula) melampauinya. Sesungguhnya dia telah melihat sebagian tanda-tanda Tuhannya yang paling besar." (QS. An Najm: 13-18).

Dalam perjalanan naik ini, Rasulullah singgah di tujuh lapisan langit. Di setiap langit, beliau bertemu dengan para nabi terdahulu: Adam di langit pertama, Yahya dan Ishaq di kedua, Yusuf di ketiga, Idris di keempat, Harun di kelima, Musa di keenam, dan Ibrahim di langit ketujuh.

Lalu, beliau diajak ke Baitul Makmur, tempat para malaikat thawaf. Dari sini, perjalanan ke Sidratul Muntaha dilanjutkan sendirian tanpa Jibril. Di sinilah pertemuan agung dengan Allah terjadi.

Awalnya, Allah memerintahkan shalat 50 waktu dalam sehari. Saat turun, Nabi bertemu Nabi Musa yang menyarankan untuk memohon keringanan. Nabi Muhammad pun kembali menghadap Allah. Setelah beberapa kali permohonan, akhirnya ditetapkanlah kewajiban shalat lima waktu seperti yang kita kenal sekarang.

Meski hanya lima waktu, pahalanya dijanjikan setara dengan lima puluh waktu. Sebuah kemurahan dan kasih sayang yang luar biasa.

Begitulah kisah Isra Miraj yang tertuang dalam Al Quran. Semoga kita bisa mengambil pelajaran dan hikmah dari peristiwa penuh mukjizat ini.


Halaman:

Komentar