Terakhir, ajarkan trik sederhana seperti teknik pernapasan. Saat kecemasan datang dan skenario buruk mulai memenuhi pikiran, tarik napas dalam bisa jadi penolong untuk menenangkan diri.
Haruskah Dijauhkan dari Topik Kecelakaan?
Menurut Madeline, menjauhkan anak sepenuhnya justru bukan solusi. Yang penting adalah membatasi paparan, khususnya terhadap berita atau tayangan yang terlalu menegangkan. Kalau anak bertanya, jawablah dengan tenang dan gunakan bahasa yang mudah dicerna.
Selain itu, tekankan bahwa kecelakaan pesawat itu sangat jarang. Ada banyak sistem keamanan yang bekerja untuk melindungi penumpang. Memberi penjelasan yang benar jelas lebih baik daripada membiarkan anak mencari tahu sendiri dari konten-konten menyeramkan tanpa konteks yang pas.
Kapan Saatnya Mencari Bantuan Ahli?
Ada kalanya ketakutan ini butuh penanganan lebih serius. Orang tua mungkin perlu mempertimbangkan bantuan profesional jika beberapa kondisi ini muncul.
Misalnya, kalau ketakutan anak sama sekali tidak berkurang setelah berminggu-minggu, meski sudah diberi penjelasan berulang kali.
Atau, jika reaksi menghindarnya menjadi berlebihan seperti langsung panik, menangis, atau cemas berat hanya karena mendengar kata “pesawat”.
Perhatikan juga apakah ketakutan ini mulai mengganggu aktivitas sehari-hari. Contohnya, menolak ikut liburan keluarga yang mengharuskan naik pesawat.
“Anak mulai overthinking, sulit tidur atau terlalu sering membayangkan hal buruk,” pungkas Madeline.
Intinya, pendekatan yang sabar dan penuh pengertian seringkali jadi kunci. Namun, mengenali kapan harus meminta bantuan tambahan dari ahli juga tak kalah penting.
Artikel Terkait
Bali Siap Gantikan Singapura sebagai Destinasi Bedah Estetika Kelas Dunia
Nikita Willy Dituding Sebagai Bintang Arogan dalam Buku Terbaru Aurelie
Buku Aurelie Buka Luka Lama, Nikita Willy Dituding Sebagai Bintang Arogan
BTS Konfirmasi Konser Jakarta, ARMY Siapkan Strategi Beli Tiket