Prestasi itulah yang membawanya ke Kanada. Pada 2011, ia mulai menangani Timnas Putri negara tersebut. Dan di sinilah kariernya benar-benar melesat.
Dari 109 pertandingan, ia meraih 62 kemenangan. Persentase kemenangannya melonjak drastis menjadi 56,88%. Lebih dari sekadar angka, Herdman sukses membawa tim putri Kanada meraih medali perunggu di Olimpiade London 2012 dan Rio 2016. Ia juga membawa mereka lolos ke Piala Dunia.
Kepercayaan dari federasi pun semakin besar. Hingga akhirnya, pada 2018, ia diberikan mandat untuk menangani Timnas Putra Kanada. Tugas yang berat, tapi justru di sinilah salah satu momen bersejarah tercipta.
Berkat tangan dinginnya, Kanada berhasil lolos ke Piala Dunia 2022 di Qatar. Sebuah pencapaian yang menghentikan penantian panjang selama 36 tahun! Tak cuma itu, di bawah asuhannya, Kanada untuk pertama kalinya menembus peringkat 40 besar FIFA pada 2021.
Statistik terakhirnya bersama tim putra Kanada pun impresif: 36 kemenangan dari 58 laga, dengan persentase kemenangan mencapai 62,07%. Ia juga sempat menangani tim U-23.
Kini, tantangan baru sudah menunggu di Indonesia. Dan seperti biasa, Clare Herdman pasti akan ada di sana, di belakang layar, memberikan dukungan tanpa banyak bicara.
Artikel Terkait
Inara Rusli Ungkap Harmoni Keluarga dan Harapan Tersisa di Balik Pernikahan Sirinya
RCTI Luncurkan Microdrama, Cerita Singkat untuk Temani Sore Penonton
Mandy Moore dan Rasa Syukur yang Berbaur Sedih Usai Dinyatakan Tak Akan Hamil Lagi
Kebohongan Ten-ten Terbongkar Jelang Malam Puncak Amelia