Perlu dicatat, usia biologis beda dengan usia yang tercantum di KTP. Usia biologis lebih menggambarkan kondisi sel dan jaringan tubuh kita yang dipengaruhi gaya hidup, pola makan, dan tingkat stres.
Di sisi lain, telomer yang memendek cepat kerap dikaitkan dengan risiko penyakit kronis dan penuaan dini. Sebaliknya, telomer yang terjaga panjangnya menandakan perlindungan sel yang lebih baik.
Lantas, apa rahasia di balik kopi? Para ahli menduga, ini berkat kandungan antioksidan dan senyawa anti-inflamasi di dalamnya. Zat-zat seperti polifenol itu berperan melawan stres oksidatif dan peradangan dua faktor utama yang bikin telomer cepat aus.
Namun begitu, jangan buru-buru menyeruput lima cangkir sekaligus. Peneliti tetap menekankan konsumsi bijak. Batas yang disebutkan ya itu tadi, tiga hingga empat gelas per hari. Lebih dari itu, manfaatnya justru bisa hilang, atau malah bikin efek positifnya tidak optimal.
Jadi, nikmati kopimu dengan porsi wajar. Siapa tahu, di balik seduhan yang harum itu, ada kesempatan untuk tetap merasa lebih muda dari angka sebenarnya.
Artikel Terkait
Berat Badan Anak Sulit Naik? Waspadai Gejala Penyakit Jantung Bawaan
Selebgram Clara Shinta Minta Maaf Publik Soal Keretakan Rumah Tangga
dr. Tirta Ingatkan Ejakulasi Rutin Bisa Kurangi Risiko Kanker Prostat, Tapi dengan Frekuensi Tepat
Batas Akhir Puasa Syawal 2026: 17 atau 18 April Bergantung Penetapan Awal Bulan