Isuzu Gencar Garap Pasar Mesin Rekondisi, Targetkan 8.000 Unit pada 2030

- Minggu, 04 Januari 2026 | 12:36 WIB
Isuzu Gencar Garap Pasar Mesin Rekondisi, Targetkan 8.000 Unit pada 2030

Di tengah persaingan ketat produsen truk global, Isuzu Motors justru mengambil jalan yang cukup unik. Mereka tak cuma fokus menjual unit baru. Strategi jangka panjang mereka justru bertumpu pada sesuatu yang mungkin sering dianggap sebelah mata: bisnis mesin truk rekondisi. Ini adalah langkah cerdik untuk menjaga keberlanjutan bisnis sekaligus memperpanjang usia kendaraan niaga yang sudah beroperasi.

Menurut laporan Nikkei Asia, target mereka cukup ambisius. Isuzu ingin pengiriman mesin rekondisinya mencapai sekitar 8.000 unit per tahun pada 2030. Angka itu melonjak drastis, sekitar 60 persen, dibandingkan target tahun 2025 yang 'hanya' 5.000 unit.

“Kita bisa membangun ulang mesin-mesin itu agar hampir setara dengan yang baru. Ketersediaan mesin-mesin hasil perbaikan ini membuat Isuzu menjadi pilihan yang lebih layak,”

Begitu penjelasan Head of Business Isuzu di kantor pusatnya di Hokkaido. Pernyataan itu bukan tanpa alasan.

Ekspansi ini terjadi di saat yang tepat. Pasar kendaraan niaga sedang lesu di beberapa wilayah kunci, sebut saja Thailand. Belum lagi tekanan biaya dan tarif yang makin menjadi di Amerika Utara. Dalam situasi seperti ini, layanan purnajual yang solid adalah penopang loyalitas pelanggan yang paling bisa diandalkan.

Prosesnya sendiri dilakukan dengan sangat teliti di fasilitas khusus di Hokkaido. Mesin truk bekas yang rusak dikumpulkan dari berbagai penjuru, lalu dibongkar total. Setiap komponen diperiksa satu per satu, dibersihkan, diperbaiki. Bagian yang sudah tak layak pakai, diganti dengan yang baru.

Setelah dirakit ulang, mesin itu harus melalui pengujian ketat dengan standar yang sama persis seperti mesin baru. Tujuannya jelas: memastikan performa dan keandalannya benar-benar terjaga sebelum dikirim kembali ke pelanggan.


Halaman:

Komentar