MURIANETWORK.COM - Ruas Tol Serang-Panimbang Seksi 2, yang membentang dari Rangkasbitung hingga Cileles, akan dioperasikan secara fungsional dan gratis selama puncak arus mudik dan balik Lebaran 2026. Pengelola, PT Wijaya Karya Serang Panimbang, membuka ruas tol ini tanpa tarif selama 15 hari, dari 12 hingga 26 Maret 2026, dengan jam operasi terbatas. Kebijakan ini bertujuan mengurai kepadatan lalu lintas dan memberikan alternatif jalan yang lebih lancar bagi pemudik, khususnya menuju wilayah selatan Banten.
Rincian Waktu dan Aturan Penggunaan
Pelaksanaan operasi fungsional ruas tol ini memiliki jadwal yang sangat spesifik, disesuaikan dengan pola perjalanan masyarakat. Ruas Seksi 2 akan dapat dilalui mulai tujuh hari sebelum Hari Raya Idul Fitri hingga tujuh hari setelahnya. Setiap harinya, gerbang tol akan dibuka dari pukul 06.00 pagi hingga 18.00 sore waktu setempat.
Yang perlu dicatat, kebijakan gratis ini hanya berlaku untuk Seksi 2. Sementara itu, pengguna jalan tetap akan dikenakan tarif normal ketika melintasi Seksi 1 Tol Serang-Panimbang. Pembatasan juga diberlakukan untuk jenis kendaraan. Mengingat kondisi operasional sementara, ruas ini hanya dapat dilalui oleh kendaraan Golongan I, seperti mobil penumpang dan bus.
Target Pengurai Kemacetan dan Rute yang Terhubung
Kebijakan membuka ruas tol baru ini bukan tanpa tujuan strategis. Dalam kondisi arus mudik yang biasanya padat, kehadiran jalur alternatif diharapkan dapat mendistribusi volume kendaraan dan meredam kemacetan di titik-titik rawan. Ruas Seksi 2 akan menghubungkan pemudik ke beberapa wilayah penting.
Direktur Utama PT Wijaya Karya Serang Panimbang, Iwan Julianayah, menjelaskan cakupan akses yang akan diberikan.
"Adapun jalur yang dibuka mencakup akses menuju Cikulur, Cileles, serta arah Jakarta/Merak," ungkapnya.
Dengan kata lain, ruas ini tidak hanya melayani perjalanan menuju selatan, tetapi juga memberikan opsi rute bagi kendaraan yang akan menuju ke arah ibu kota atau Pelabuhan Merak.
Kesiapan Infrastruktur dan Dampak bagi Wilayah
Mengoperasikan ruas tol baru, meski bersifat sementara, memerlukan persiapan infrastruktur yang matang. Pihak pengelola menyatakan telah menyiapkan seluruh aspek keselamatan berkendara. Rambu-rambu lalu lintas, marka jalan, dan pengaturan operasional di lokasi telah dipasang dan diuji untuk memastikan keandalan. Koordinasi intensif juga telah dilakukan dengan instansi terkait, seperti kepolisian dan dinas perhubungan, untuk mengantisipasi berbagai skenario di lapangan.
Dampak positif dari kebijakan ini diharapkan melampaui sekadar kelancaran mudik. Pembukaan akses ini akan mempermudah konektivitas menuju sejumlah destinasi andalan di selatan Banten. Perjalanan menuju Pantai Sawarna yang memesona, kawasan adat Baduy, Geopark Bayah Dome, hingga ke kawasan Tanjung Lesung dan garis pantai selatan lainnya, diprediksi akan menjadi lebih singkat dan nyaman. Hal ini tentu dapat memberi dorongan positif bagi sektor pariwisata lokal di tengah gelombang pemudik dan pelancong.
Artikel Terkait
Dana Danantara Bakal Dikelola Manajer Investasi Global
Prabowo Terima Jersey Reece James dari CEO Chelsea di Tengah Pertemuan dengan 12 Pengusaha AS
Jadwal Buka Puasa Ramadan di Bogor dan Bekasi Berbeda 4 Menit
Menlu Tegaskan Indonesia Tak Bayar Iuran USD1 Miliar untuk Bergabung dengan Dewan Perdamaian