Dana Danantara Bakal Dikelola Manajer Investasi Global

- Sabtu, 21 Februari 2026 | 18:50 WIB
Dana Danantara Bakal Dikelola Manajer Investasi Global

Badannya sih baru, tapi langkahnya sudah mendunia. Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara dikabarkan akan menyalurkan sebagian dananya melalui manajer investasi global. Jadi, nanti pihak ketiga inilah yang akan menentukan ke mana modal negara itu ditempatkan.

Menurut Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer Danantara Indonesia, kerja sama semacam ini justru jadi pilar utama strategi mereka untuk jangka panjang. "Melalui penyaluran modal yang terarah, kami menargetkan pembangunan portofolio berkelas dunia," jelasnya.

Dia menambahkan, skema ini juga membuka peluang investasi bersama, transfer ilmu, dan tentu saja, penguatan kapasitas institusi di dalam negeri. Pernyataan itu dia sampaikan dalam keterangan resmi, Sabtu (21/2/2026).

Lalu, sektor apa yang jadi incaran? Fokusnya pada bidang-bidang yang dampaknya besar dan punya prospek jangka panjang. Beberapa di antaranya adalah energi, infrastruktur – baik fisik maupun digital – real estat, asuransi, hingga private equity dan media hiburan. Intinya, sektor-sektor yang dinilai punya nilai strategis untuk transformasi ekonomi Indonesia.

Strateginya sendiri cukup aktif. Danantara tak hanya ikut serta dalam kendaraan investasi yang dikelola mitra global, tapi juga langsung ke perusahaan portofolio di sektor-sektor tadi. Tujuannya jelas: membentuk portofolio institusional yang terdiversifikasi dengan baik.

Di sisi lain, Pandu menegaskan bahwa ambisi utama dari semua ini bukan cuma soal return. "Tujuannya adalah menghasilkan imbal hasil jangka panjang yang berkelanjutan sekaligus memastikan Indonesia memperoleh manfaat dari integrasi yang lebih dalam ke ekosistem investasi global," ujarnya.

Manfaatnya bisa lebih nyata lagi. Kemitraan dengan platform yang sudah mapan memberi akses teknologi, keahlian spesifik, dan jaringan internasional. Hal-hal itulah yang diharapkan bisa mendongkrak kinerja portofolio dan menciptakan nilai ekonomi jangka panjang.

Langkah ini sepertinya sudah dipersiapkan matang. Tidak lama sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto bahkan menggelar Presidential Forum on Strategic Capital & Partnership di Washington D.C. Forum itu mempertemukan pimpinan senior sejumlah lembaga investasi raksasa asal Amerika Serikat.

Bayangkan saja, forum tersebut dihadiri perwakilan dari sekitar dua belas institusi. Secara kolektif, mereka mengelola aset fantastis: lebih dari USD 16 triliun, mencakup hampir semua kelas aset yang jadi target Danantara.

Dari deretan nama yang hadir, banyak yang sudah sangat terkenal di dunia investasi. Sebut saja Global Infrastructure Partners (GIP), KKR, General Atlantic, hingga Warburg Pincus. Lalu ada juga Related Companies, Oaktree, Kayne Anderson, dan Eldridge Industries. Intinya, siapa saja yang berpengaruh di pasar private dan aset riil, tampaknya hadir.

Bagi banyak pengamat, forum tersebut jelas sebuah tonggak. Ia menandai dimulainya strategi ekspansi global Danantara yang lebih agresif, sebagai bagian dari pengembangan portofolio jangka panjang dan pendekatan pengelolaan aset yang benar-benar berbasis institusional.

Editor: Erwin Pratama

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar