Bayi Lahir dari Perut, Bukan Rahim: Kisah Kehamilan yang Tak Disadari Seorang Ibu

- Kamis, 08 Januari 2026 | 20:42 WIB
Bayi Lahir dari Perut, Bukan Rahim: Kisah Kehamilan yang Tak Disadari Seorang Ibu

Bagi kebanyakan ibu, tanda-tanda kehamilan itu jelas: mual di pagi hari, perut yang membesar, tendangan kecil dari dalam. Tapi hidup seringkali punya cerita lain. Ini yang dialami Suze Lopez, seorang perawat 41 tahun asal Los Angeles. Ia sama sekali tak sadar dirinya hamil. Bahkan, kehamilannya baru diketahui beberapa hari sebelum ia melahirkan.

Kisahnya langsung menarik perhatian dunia medis. Bagaimana tidak? Kondisinya termasuk langka dan penuh risiko. Namun begitu, akhir ceritanya membahagiakan. Suze dan bayinya berhasil melewati semua tantangan itu dengan selamat.

Mengira Perut Membesar karena Kista, Bukan Hamil

Selama bertahun-tahun, Suze hidup dengan kista ovarium. Ukurannya besar, hampir sebesar bola basket. Jadi, saat perutnya membesar, ia dan keluarganya cuma menduga kistanya lagi membengkak. Tak ada yang menyangka ada penyebab lain.

Ia juga tak merasakan gejala umum kehamilan. Tak ada mual-mual, apalagi gerakan janin. Siklus haidnya pun memang tak pernah teratur. Suze bahkan pernah tak menstruasi selama setahun penuh. Jadi, saat haidnya lagi-lagi telat, ia tak merasa ada yang aneh.

Semua faktor ini membuat kehamilannya benar-benar tersembunyi. Tak ada firasat, tak ada curiga.

Hasil Tes yang Mengubah Segalanya

Semuanya berubah ketika Suze merasa tak nyaman di perutnya. Rencananya, ia akan menjalani operasi pengangkatan kista. Sebelum CT scan, ada prosedur standar: tes kehamilan. Paparan radiasi berisiko bagi janin, jadi ini wajib dilakukan.

Dan di situlah kejutan itu datang. Hasil tes menunjukkan garis positif. Suze hamil. Ia dan suaminya tercengang, tak percaya. Tapi kejutan itu belum berakhir. Pemeriksaan lanjutan justru mengungkap fakta yang lebih mencengangkan lagi.

Sebuah Kehamilan di Tempat yang Mustahil

Setelah di-USG dan MRI, rahim Suze ternyata kosong. Kosong melompong. Janinnya justru berkembang di rongga perut, dekat dengan organ hati. Dalam istilah medis, ini disebut kehamilan abdominal salah satu jenis kehamilan ektopik yang paling jarang.


Halaman:

Komentar