Aktor Nasional Ahn Sung-ki Wafat Setelah Berjuang Melawan Kanker Darah

- Senin, 05 Januari 2026 | 12:05 WIB
Aktor Nasional Ahn Sung-ki Wafat Setelah Berjuang Melawan Kanker Darah

Dunia hiburan Korea Selatan berduka. Kabar mengejutkan datang hari ini, Senin 5 Januari 2026: aktor legendaris Ahn Sung-ki tutup usia di Rumah Sakit Universitas Soonchunhyang, Seoul. Ia berusia 74 tahun.

Menurut laporan Associated Press, penyebab kematiannya adalah kanker darah. Ahn Sung-ki diketahui telah berjuang melawan penyakit itu sejak 2019.

Kondisinya memburut dengan cepat. Pada Selasa lalu, tepatnya 30 Desember 2025, ia tiba-tiba pingsan di rumahnya saat sedang makan. Kejadian itu langsung memicu kepanikan. Keluarga pun segera membawanya ke rumah sakit.

Sayangnya, sejak saat itu ia tak lagi sadarkan diri. Ahn Sung-ki langsung dirawat intensif di ICU dan berada dalam kondisi koma selama enam hari.

"Mendiang dirawat di rumah sakit dalam kondisi koma selama 6 hari setelah pingsan di rumahnya pada Selasa (30/12/2025) saat makan di rumah," ungkap laporan Associated Press.

Di sisi ranjangnya, keluarga tak pernah absen. Mereka terus menjaga dan menemani sang aktor di hari-hari terakhirnya.

Kabar duka ini pertama kali disampaikan oleh agensinya, Artist Company, bekerja sama dengan pihak rumah sakit. Rilis resmi mereka menggambarkan duka yang mendalam.

"Kami merasakan duka cita yang mendalam atas berita mendadak dan menyedihkan ini, berdoa untuk ketenangan abadi almarhum dan menyampaikan belasungkawa terdalam kami kepada keluarga yang ditinggalkan," bunyi pernyataan Artist Company.

Reaksi berduka pun mengalir deras. Kepergiannya benar-benar meninggalkan luka yang dalam bagi industri film di sana. Bagaimana tidak? Ahn Sung-ki bukan sekadar aktor biasa. Ia adalah sebuah institusi, seorang ‘aktor nasional’ yang mengabdikan lebih dari enam dekade hidupnya untuk seni peran.

Kariernya dimulai sangat awal. Lahir di Daegu pada 1952, ia pertama kali muncul di layar lebar sebagai aktor cilik di film "The Twilight Train" tahun 1957. Masa kecilnya dihabiskan di depan kamera ia membintangi sekitar 70 film anak sebelum memutuskan untuk jeda sejenak dari dunia gemerlap itu.

Namun begitu, bakatnya tak bisa dipendam lama. Ia kembali dan membuktikan diri sebagai salah satu aktor paling serba bisa dan dihormati sepanjang sejarah. Julukan ‘aktor nasional’ disematkan bukan tanpa alasan, melainkan buah dari dedikasi dan kontribusi luar biasa yang ia berikan. Kepergiannya adalah akhir dari sebuah era.

Editor: Dewi Ramadhani

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar