Pemerintah Buka Peluang Negosiasi Tarif Impor dengan AS di KTT G20
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan kemungkinan pemerintah kembali bernegosiasi dengan Amerika Serikat mengenai tarif impor. Rencana negosiasi ini berpotensi dibahas dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Kepala Negara dan Pemerintahan G20 di Afrika Selatan pada November mendatang.
Airlangga menyatakan bahwa pemerintah saat ini sedang membahas persiapan rencana negosiasi tersebut. "Kita sedang bicarakan mengenai waktu kan dalam waktu dekat ada G20," ujarnya di Kantor Kemenko Bidang Perekonomian, Rabu (5/11).
Pembahasan utama yang sedang dilakukan jajaran pemerintah adalah mengenai penentuan jadwal negosiasi. "Belum tentu di G20, namun kita masih bicarakan mengenai jadwal negosiasi dulu," jelas Airlangga lebih lanjut.
Kebijakan tarif impor ini menjadi perhatian serius mengingat keputusan Presiden AS Donald Trump yang memberlakukan tarif sebesar 19 persen untuk impor dari Indonesia. Sementara itu, barang dari Amerika Serikat tidak dikenai tarif sama sekali ketika masuk ke Indonesia.
Sebagai bagian dari kesepakatan sebelumnya, Indonesia telah berkomitmen untuk melakukan pembelian besar-besaran dari AS, termasuk impor barang energi senilai USD 15 miliar, produk pertanian senilai USD 4,5 miliar, serta pembelian 50 pesawat Boeing dengan banyak di antaranya tipe 777.
Tarif 19 persen yang saat ini berlaku menunjukkan penurunan dari pengumuman awal pada 2 April 2025 lalu yang mencapai 32 persen, memberikan ruang untuk negosiasi lebih lanjut antara kedua negara.
Artikel Terkait
Raharja Energi Cepu Bagikan Dividen Rp122 Miliar, Laba Bersih Tumbuh 8,9% di Tengah Tekanan Pendapatan
Investor Baru Masuk, Cakra Buana Resources Siap Rights Issue Hingga Rp1,9 Triliun
MNC Life Beri Voucher MAP Gratis untuk Pembeli Pertama Polis Asuransi Kesehatan Elite Selama Mei 2026
Harga Minyak Melonjak setelah AS Serang Target Iran di Selat Hormuz