Seluruh pihak yang terlibat menyepakati pentingnya mencari solusi terbaik untuk restrukturisasi keuangan proyek Whoosh. AHY menekankan bahwa semua instansi pemerintah bersatu dalam tanggung jawab untuk melakukan restrukturisasi keuangan kereta cepat Jakarta-Bandung tersebut.
Opsi Pembiayaan dan Peran Negara dalam Infrastruktur Transportasi
Pemerintah saat ini sedang mempersiapkan berbagai opsi pembiayaan untuk mendukung proses restrukturisasi. Pelibatan APBN dalam pembayaran utang Whoosh dinilai sebagai langkah strategis untuk memastikan proyek infrastruktur strategis ini tidak terhenti di tengah jalan.
AHY menegaskan bahwa kehadiran negara dalam pembiayaan infrastruktur transportasi, termasuk kereta api, merupakan hal yang wajar dan sejalan dengan praktik yang dilakukan di banyak negara lainnya. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam pengembangan infrastruktur transportasi modern di Indonesia.
Artikel Terkait
Laba Bersih Amman Mineral Anjlok 60% di Tengah Masa Transisi Operasional
Laba Bersih Chandra Asri Melonjak 2.662% Jadi Rp 23,8 Triliun pada 2025
IHSG Berbalik Anjlok 1,21% di Sesi I, Sektor Energi dan Industri Tertekan
Laba Bersih DGWG Tembus Rp218,85 Miliar di 2025, Didongkrak Pendapatan Rekor