Pembayaran Utang Kereta Cepat Whoosh Akan Gunakan APBN, Menko AHY Tegaskan Komitmen Pemerintah
Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengonfirmasi bahwa utang proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Whoosh) akan dibayarkan menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Meskipun demikian, skema pembayaran utang secara rinci belum diungkap lebih lanjut.
AHY menyatakan bahwa APBN akan menjadi bagian dari solusi pembiayaan, dengan penjelasan detail yang akan disampaikan pada kesempatan terpisah. Pernyataan ini disampaikan dalam keterangan pers pada Senin (3/11), menegaskan komitmen pemerintah dalam mendukung kelanjutan proyek strategis nasional ini.
Koordinasi Antar Kementerian untuk Restrukturisasi Keuangan Whoosh
Pembahasan mengenai utang kereta cepat Whoosh telah dilakukan melalui rapat koordinasi yang digelar di Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan. Rapat tersebut dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Investasi, Kementerian Perhubungan, Kementerian Keuangan, serta Kementerian Koordinator Perekonomian.
Seluruh pihak yang terlibat menyepakati pentingnya mencari solusi terbaik untuk restrukturisasi keuangan proyek Whoosh. AHY menekankan bahwa semua instansi pemerintah bersatu dalam tanggung jawab untuk melakukan restrukturisasi keuangan kereta cepat Jakarta-Bandung tersebut.
Opsi Pembiayaan dan Peran Negara dalam Infrastruktur Transportasi
Pemerintah saat ini sedang mempersiapkan berbagai opsi pembiayaan untuk mendukung proses restrukturisasi. Pelibatan APBN dalam pembayaran utang Whoosh dinilai sebagai langkah strategis untuk memastikan proyek infrastruktur strategis ini tidak terhenti di tengah jalan.
AHY menegaskan bahwa kehadiran negara dalam pembiayaan infrastruktur transportasi, termasuk kereta api, merupakan hal yang wajar dan sejalan dengan praktik yang dilakukan di banyak negara lainnya. Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam pengembangan infrastruktur transportasi modern di Indonesia.
Artikel Terkait
Wall Street Menguat di Awal Sesi, Tekanan Sektor Teknologi dan EV Masih Membayangi
Moodys Turunkan Outlook Kredit Raksasa Korporasi dan BUMN Indonesia Jadi Negatif
IHSG Terkoreksi 2,08%, Mayoritas Sektor Berada di Zona Merah
OJK Targetkan Dana Masuk Pasar Modal Capai Rp250 Triliun pada 2026