Jakarta digegerkan oleh kabar terbaru dari dunia sepak bola Afrika. Federasi Sepak Bola Senegal (FSF) ternyata tak tinggal diam. Mereka baru saja mengajukan banding resmi ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) di Lausanne, menyusul pencabutan gelar juara Piala Afrika 2025 yang begitu mengejutkan.
Semua ini berawal dari keputusan kontroversial Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) pekan lalu. CAF secara mengejutkan memindahkan gelar juara ke Maroko. Caranya? Dengan membatalkan kemenangan tipis Senegal 1-0 di partai puncak, lalu mengubahnya menjadi kekalahan WO 3-0 untuk Senegal.
Lantas, apa pemicunya? Semuanya bermula dari aksi protes pemain Senegal di menit-menit akhir laga. Mereka meninggalkan lapangan selama kurang lebih 15 menit, marah atas keputusan wasit yang memberikan penalti untuk Maroko di penghujung waktu normal. Meski pertandingan akhirnya dilanjutkan dan Senegal menang, CAF rupanya punya catatan lain. Dua bulan setelah final berakhir, mereka baru mengambil tindakan tegas. Alasannya, aksi walk out itu dinilai melanggar aturan operasional pertandingan yang berlaku.
Nah, sekarang bola ada di pengadilan. Matthieu Reeb, Direktur Jenderal CAS, sudah mengonfirmasi bahwa proses arbitrase formal telah dimulai untuk menanggapi gugatan FSF.
"CAS sangat siap untuk menyelesaikan jenis sengketa ini dengan bantuan arbiter ahli dan independen," tegas Reeb, seperti dikutip ESPN.
Artikel Terkait
Herdman: Kemenangan di FIFA Series Bukan Harga Mati, Fondasi untuk 2030 Lebih Penting
Menteri ESDM Tegaskan Stok Energi Nasional Aman di Tengah Konflik Global
Wagub Kaltara Soroti Kondisi Jembatan dan RS Rusak di Perbatasan Apau Kayan
Spekulasi Hubungan Baru Pratama Arhan dengan Selebgram Inka Andestha