BRI Lakukan Buyback Saham Rp 3 Triliun, Saham BBRI Dinilai Undervalue

- Minggu, 02 November 2025 | 20:06 WIB
BRI Lakukan Buyback Saham Rp 3 Triliun, Saham BBRI Dinilai Undervalue

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BRI) atau BBRI telah mendapatkan persetujuan untuk melakukan aksi buyback saham senilai Rp 3 triliun. Program buyback saham BRI ini bertujuan mendukung program kepemilikan saham bagi karyawan dan mencerminkan optimisme manajemen terhadap prospek kinerja jangka panjang perusahaan.

Rencana buyback saham BBRI telah disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 24 Maret 2025. Pelaksanaan buyback akan dilakukan melalui Bursa Efek Indonesia maupun di luar bursa, dengan jangka waktu penyelesaian maksimal 12 bulan setelah RUPST. Kebijakan ini dilaksanakan dengan mengacu pada POJK No. 29 Tahun 2023.

Harga saham BBRI saat ini dinilai undervalue berdasarkan analis pasar. Data Bloomberg per 31 Oktober 2025 menunjukkan bahwa 81% analis (30 dari 37 analis) merekomendasikan beli untuk saham BBRI dengan target harga rata-rata Rp 4.651 per saham. Price to Book Value (PBV) BRI berada di level 1,80x, masih di bawah rata-rata PBV 5 tahun, menguatkan status undervalue.

Viviana Dyah Ayu, Direktur Finance & Strategy BRI, mengonfirmasi dalam paparan kinerja Triwulan III 2025 bahwa perusahaan masih memiliki anggaran buyback saham sebesar Rp 3 triliun yang siap digunakan. Menurut Viviana, manajemen akan mempertimbangkan pelaksanaan buyback sesegera mungkin melihat kondisi saham BBRI yang dinilai undervalue.

Dari sisi fundamental, BRI mencatatkan kinerja keuangan yang solid hingga Triwulan III 2025. Laba bersih perseroan mencapai Rp 41,2 triliun dengan pertumbuhan aset 8,2% YoY menjadi Rp 2.123,4 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 8,2% menjadi Rp 1.474,8 triliun, sementara penyaluran kredit meningkat 6,3% menjadi Rp 1.438,1 triliun.

BRI juga menjaga fundamental yang sehat dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 25,4% dan Loan to Deposit Ratio (LDR) sebesar 86,5%. Rasio ini menunjukkan posisi likuiditas dan permodalan yang kuat, memberikan ruang bagi pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan.

Editor: Redaksi MuriaNetwork

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Komentar