Harga sahamnya yang tertekan rupanya mendorong PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) untuk mengambil langkah. Perusahaan kembali mengumumkan rencana buyback, kali ini senilai Rp750 miliar. Angka yang tak main-main.
Per Selasa lalu, 14 April 2026, saham INTP tercatat di level Rp5.325. Kalau dilihat dari awal tahun, pelemahannya sudah mencapai hampir 29 persen. Posisinya dianggap masih jauh di bawah nilai wajar. Nah, dalam situasi seperti inilah aksi beli kembali saham sering dianggap sebagai sinyal.
Manajemen punya alasan sendiri. Dalam keterbukaan informasinya ke BEI, mereka menyatakan langkah ini bisa memperbaiki persepsi pasar.
Begitu bunyi pernyataan resmi mereka.
Soal teknis, harga belinya nanti tak akan melebihi rata-rata harga penutupan selama 90 hari bursa sebelum buyback dilakukan. Periode pelaksanaannya direncanakan berlangsung cukup lama, mulai 22 Mei 2026 sampai 21 Mei 2027. Tentu saja, semuanya masih menunggu lampu hijau dari pemegang saham dalam RUPSLB yang dijadwalkan pada 21 Mei mendatang.
Artikel Terkait
IHSG Melonjak 2,34%, Analis Proyeksikan Lanjutan Penguatan ke Level 7.700
RATU Genjot Akuisisi Aset Migas Didukung Respons Positif Pasar Modal
WMPP Gelar Rights Issue untuk Perbaiki Struktur Utang Rp4,04 Triliun
Emas Menguat Lebih dari 2% Didorong Pelemahan Dolar dan Harapan Diplomasi AS-Iran