Harga emas dunia kembali menunjukkan kekuatannya pada Selasa lalu. Menguat lebih dari 2 persen, sentimen pasar dipicu oleh dua hal utama: pelemahan dolar AS dan secercah harapan baru dari meja diplomasi.
Ya, kabar tentang kemungkinan dilanjutkannya pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran di Pakistan dalam waktu dekat cukup meredakan ketegangan. Sebelumnya, negosiasi akhir pekan mentok dan berujung pada blokade pelabuhan Iran oleh Washington. Presiden Donald Trump sendiri yang menyebutkan kemungkinan dialog kembali dibuka.
“Jika ada kabar positif, logam mulia akan terus menguat,”
Begitu kata Bob Haberkorn, seorang Senior Market Strategist di RJO Futures. Ia menegaskan bahwa arah pasar emas ke depan sangat bergantung pada geliat dari pembicaraan kedua negara itu.
Di sisi lain, faktor internal AS juga berperan. Data harga produsen untuk Maret ternyata naik lebih rendah dari yang diperkirakan banyak orang. Tapi jangan salah, tekanan inflasi tetap ada terutama didorong lonjakan harga energi imbas konflik dengan Iran tadi.
Artikel Terkait
IHSG Melonjak 2,34%, Analis Proyeksikan Lanjutan Penguatan ke Level 7.700
RATU Genjot Akuisisi Aset Migas Didukung Respons Positif Pasar Modal
WMPP Gelar Rights Issue untuk Perbaiki Struktur Utang Rp4,04 Triliun
Program Makan Bergizi Dongkrak Permintaan Susu, Saham Dairy Diperkirakan Naik