Dari kacamata chart, pergerakan IHSG terlihat cukup menjanjikan. Penguatan yang terjadi bahkan berhasil menembus area resistance sebelumnya, yaitu di kisaran 7.117–7.222. Muhammad Nafan Aji, Senior Technical Analyst di perusahaan sekuritas yang sama, membaca ini sebagai sinyal awal perbaikan tren. Tapi dia juga menekankan bahwa konfirmasi lebih lanjut masih diperlukan.
Level support baru, menurut analisanya, kini ada di sekitar 7.117. Sementara resistance berikutnya mengintai di area 7.400.
Di sisi lain, di balik angka-angka hijau itu, risiko struktural tetap membayangi. Defisit APBN yang membengkak jadi 0,9% PDB dan ketidakpastian geopolitik yang belum benar-benar reda adalah dua di antaranya. Satu lagi faktor penentu yang patut ditunggu: review MSCI pada 12 Mei 2026 mendatang. Hasilnya bisa sangat mempengaruhi arah aliran dana asing ke dalam negeri.
Jadi, meski rebound-nya memberi harapan, jalan ke depan untuk IHSG tampaknya belum sepenuhnya mulus.
Artikel Terkait
Ekonomi Digital Indonesia Tembus USD 100 Miliar, AI Jadi Mesin Pertumbuhan Baru
IHSG Melonjak 2,02% di Sesi I, Didorong Aksi Beli Luas
BEI Soroti Sembilan Emiten dengan Kepemilikan Saham Terlalu Terkonsentrasi
Gencatan Senjata AS-Iran Pacu Bursa Asia Menguat, Investor Tetap Waspada