Menurutnya, kondisi geopolitik global yang memanas justru bisa menguntungkan. Ambil contoh konflik di Timur Tengah yang mendorong harga plastik dan biaya logistik melambung tinggi.
“Dengan harga plastik yang terus naik, produk tinplate jadi kembali kompetitif sebagai substitusi. Selain itu, naiknya ongkos angkut internasional tentu juga berpotensi menekan aktivitas impor,” jelasnya.
Jadi, di balik tantangan, ada peluang yang bisa diraih. Untuk tahun ini, Latinusa membidik pendapatan sekitar USD160 juta. Target laba bersihnya dipatok di angka USD3 juta.
Jetrinaldi tak cuma yakin pada target tahunan. Dia menyebut, tren pertumbuhan itu bahkan sudah bakal kelihatan di triwulan pertama 2026, mengungguli capaian di periode yang sama tahun sebelumnya. Sebuah keyakinan yang lahir dari perhitungan matang, meski langkahnya tetap hati-hati.
Artikel Terkait
MCOL Gelontorkan Rp265 Juta untuk Eksplorasi Batu Bara di Kuartal I-2026
Triniti Land Group Akan Akuisisi Mayoritas Saham Prime Land untuk Perkuat Bisnis Hospitality
Sido Muncul Bagikan Dividen Rp1,09 Triliun untuk Tahun Buku 2025
IHSG Menguat Tipis, PEGE dan HDFA Melonjak di Atas 34%